Masalah gizi serius yang sedang dihadapi dunia salah satunya adalah stunting. Apabila tidak ditangani, efek merugikannya sangat luas. Begitu banyak intervensi yang dilakukan untuk menangani stunting. Terdapat beberapa fakta menarik tentang hubungan mikrobiota dengan stunting, loh Sahabat Sehat. Simak ulasannya, yuk!

Mengenal Stunting
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang dapat terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun atau balita. Namun, penyebab utamanya terletak pada 1000 hari pertama kehidupannya, sehingga pencegahannya kritis di 2 tahun pertama.
Stunting dapat dideteksi dengan memantau pertumbuhan anak dengan standar grafik pertumbuhan. Banyak faktor yang menyebabkan stunting, salah satu penyebab langsungnya adalah asupan gizi dan penyakit infeksi. Asupan gizi yang tidak adekuat menjadi sebab anak kekurangan energi, mudah terkena infeksi, sehingga pertumbuhan terhambat. Infeksi yang terjadi terus menerus pada anak juga mengakibatkan penyerapan zat gizi tidak optimal.
Akibat Terganggunya Mikrobiota
Mikrobiota merupakan kumpulan bakteri baik patogen maupun non patogen di usus. Mikrobiota berperan penting dalam penyerapan zat gizi dan sistem imun. Kajian literatur yang membahas hubungan mikrobiota dengan stunting menyatakan bahwa komposisi mikrobiota usus mencerminkan kondisi kesehatan anak.
Ternyata, kondisi mikrobiota pada anak stunting berbeda dengan anak yang tidak stunting. Pada anak stunting, saluran cerna didominasi oleh bakteri patogen. Sedangkan pada anak tidak stunting, saluran cerna didominasi oleh bakteri non patogen seperti Lactobacilli, Helicobacter pylori, Streptobacilli, dan Bifidobacteriaceae.
Keberadaan mikrobiota non patogen ini sangat menguntungkan. Ia mampu meningkatkan sistem imun, memusnahkan bakteri patogen, membantu penyerapan energi dari karbohidrat yang tidak dapat dicerna, dan membantu penyerapan zat gizi lainnya. Diduga penyebab mengapa anak tetap stunting atau berat badan dan panjang badannya tidak sesuai grafik pertumbuhan meskipun ibu sudah merasa memberi makanan yang cukup untuk anak adalah karena mikrobiotanya terganggu.

Oleh, karena itu selain mencukupi kebutuhan energi anak, dianjurkan juga untuk memperhatikan sumber makanan agar keadaan mikrobiota usus anak baik. Dengan begitu, asupan yang masuk bisa terserap secara maksimal oleh tubuh dan dimanfaatkan dalam proses tumbuh kembang anak.
Cara Memperkaya Mikrobiota Non-patogen
Salah satu penyebab terganggunya mikrobiota adalah pola makan yang kurang baik. Nah, salah satu cara memperkaya bakteri baik dalam usus yaitu dengan mengonsumsi probiotik. Probiotik yang berasal dari makanan asli lebih dianjurkan dibandingkan suplemen yang dijual bebas. Penerapan gizi seimbang dan mengikuti pedoman MPASI pada anak mampu membantu menyeimbangkan mikrobiota dalam usus, karena di dalamnya banyak beragam makanan sehat yang juga terkandung jenis probiotik.
Semoga Bermanfaat.
