Gimana ya, Cara Memasak yang Benar?

Teman Sehat, kamu hobi memasak? Atau bahkan kamu membawa masakannya sebagai bekal di kantor atau tempat belajar? Tapi kamu tahu ngga sih, kalau cara saat memasak makanan kamu salah, maka kandungan zat gizi yang ada di makanan bisa ngga optimal terserap di tubuh, loh!

Tapi, jangan ambil kesimpulan kalau konsumsi makanan tanpa dimasak lebih baik daripada ngga dimasak, ya! Semua pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Mau tahu gimana caranya, agar makanan yang kamu masak zat gizinya tetap optimal. Yuk, simak penjelasannya di sini!

Mitos atau fakta?

Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa konsumsi bahan mentah lebih baik daripada yang sudah dimasak. Hal ini dikarenakan kandungan vitamin dan mineralnya masih lengkap (belum terurai) karena ngga melalui proses pengolahan.

Tapi kamu tahu ngga sih, menurut artikel yang ditulis oleh Adriana beberapa bahan pangan yang diolah terlebih dahulu, bisa meningkatkan kandungan zat gizi pada makanan, terutama pada sayur. Hal ini dikarenakan pada proses pemasakan, akan menyebabkan sel pektin (sel yang membentuk sayur) jadi terbuka, sehingga sayuran menjadi lunak.

Bersamaan dengan itu, vitamin dan mineral juga akan ikut keluar dan larut bersama dengan air. Selain itu, kandungan antioksidan yang terdapat pada sayur juga ikut aktif.

Bagaimana dengan metode pengukusan?

Biasanya dalam proses pengolahan, ada beberapa zat gizi yang berkurang, seperti vitamin larut air (vitamin C dan B), vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, K), dan beberapa mineral seperti kalium, magnesium, natrium dan kalsium.

Tapi, kamu ngga perlu khawatir kekurangan semua zat gizi itu. Menurut penelitan  Chuli Zeng, bahan pangan yang dikukus maupun direbus, sama – sama bisa meningkatkan kandungan antioksidan yang ada dalam sayuran dibandingkan jika dikonsumsi secara mentah.

Selain itu dalam artikelnya, Adiana juga mengatakan jika kamu memiliki riwayat penyakit ginjal, lebih dianjurkan untuk memasak makanan (sayur) dengan metode perebusan, untuk mengurangi kandungan asam oksalat sekitar 87% pada sayuran hijau, bit, ubi dan kacang polong.

Metode penggorengan

Pada metode penggorengan, teknik menggoreng bisa meningkatkan jumlah lemak pada makanan. Lemak pada ikan, seperti omega 3, bisa rusak 70 – 85% jika dimasak dengan waktu yang lama dan suhu yang tinggi.

Risiko kekurangan dan kehilangan kandungan vitamin B dan C pada makanan juga bisa terjadi, jika menggunakan teknik penggorengan yang salah. Oleh karena itu, kamu bisa menggoreng bahan pangan dengan suhu yang ngga terlalu tinggi dan dengan waktu cukup.

Karena jika menggunakan suhu dan waktu yang salah, bisa menyebabkan terbentuknya zat toksik yang disebut dengan senyawa aldehid. Senyawa ini, bisa meningkatkan risiko timbulnya berbagai macam penyakit, seperti kanker.

Nah, Teman Sehat sekarang kamu sudah tahu kan, kenapa kamu harus memperhatikan cara masak yang benar? Yap, gunakalanlah cara memasak yang baik sesuai dengan jenis, suhu, dan waktu yang dibutuhkan untuk memasak, agar kamu ngga kehilangan zat gizi saat mengonsumsinya. Yuk, terapkan cara memasak yang benar!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.