Ini 5 Isu Kesehatan yang Buat Orang Khawatir di Olimpiade Rio 2016

Halo Teman Sehat!

Tepat 5 Agustus 2016, di Rio de Janeiro, Brasil, akan ada Opening Ceremony pesta olahraga multi cabang empat tahunan terbesar dan termegah di muka bumi: Olimpiade! Ah rasanya, waktu sangat cepat berlalu. Nggak terasa udah 4 tahun aja, sejak pembukaan Olimpiade London 2012 lalu oleh Ronald Atkinson aka Mr Bean kolaborasi sama Coldplay. Saat itu berat badan masih 65kg, sekarang hampir 75kg, eleuh.

  Maskot Rio

Oke, kembali ke topik. Terlepas dari intrik politik, penuruan pertumbuhan ekonomi, dan isu hak asasi manusia di Brazil, Olimpiade Rio 2016 juga punya isu hangat lain, isu kesehatan. Virus Zika mungkin jadi perhatian utama lebih dari 500.000 wisatawan dan kontingen dari 206 negara di seluruh dunia yang akan  datang ke Olimpiade Rio 2016. Bukan cuma Virus Zika ternyata, masih ada yang lain, mau tau banget kan? Simak!

  1. Wabah Virus Zika berpotensi sama dengan Ebola di Afrika dan lebih besar dari Flu Burung di Asia, termasuk Indonesia.

Virus Zika merupakan penyebab demam berkepanjangan yang jika tidak ditangani dengan baik, akan berujung kematian. Info dari WHO, Virus Zika yang awalnya dari Brasil saat ini udah nyebar ke 50 negara mulai dari Amerika Selatan, Tengah, Utara, Eropa bahkan Asia. Tapi, kekhawatiran tentang Zika bisa sedikit mereda karena Olimpiade Rio 2016 diadakan saat musim dingin (Agustus-September). Pada musim dingin, ditengarai populasi nyamuk pembawa virus Zika akan berkurang. Semoga saja.

  1. Kualitas Air di Guanabara Bay tercemar parah

Cemaran Guanabara Rio

Untuk Olimpiade Rio 2016, Guanabara Bay akan jadi venue terpenting untuk olahraga water outdoor seperti Sailing, Triathlon dan Surfing. Atlet olahraga tersebut sempet protes sih terkait hal ini. Panitia Olimpiade Rio 2016 nggak tinggal diam juga. Panitia Olimpiade Rio 2016 berusaha keras untuk membersihkan Guanabara Bay dari polutan. Info terakhir, Guanabara Bay akan divaksinasi terutama vaksin hepatitis yang sangat mungkin mewabah dalam waktu singkat karena air yang tercemar, baca juga 3 fakta tentang hepatitis disini. Menghindari kontak langsung dengan air adalah cara paling efektif untuk meminimaliris risiko negatif dari air yang tercemar ini.

  1. Terik matahari musim dingin di Brazil lumayan membakar kulit

SunbathingTerik matahari akan menjadi ancaman utama bagi wisatawan dan atlet yang berada di luar ruangan dalam jangka waktu cukup lama. Krim perlindungan seperti SPF 15 atau tingkatan lebih tinggi akan membantu mengurasi risiko berbahaya terik matahari. Siapkan juga botol berisi air minum biar nggak dehidrasi.

  1. Flu dan penyakit yang menyertainya juga berisiko mewabah

Penyelenggaraan Olimpiade Rio 2016, bertepatan dengan musim dingin di Brazil. Keadaan ini ternyata meningkatkan risiko akan penyebaran flu dan penyakit yang menyertainya setelah itu, dipteri, hepatitis, campak, dll, akan meningkat pesat. Pencegahan paling baik adalah menjaga higienitas masing-masing individu. Lebih sering cuci tangan adalah solusi sederhana yang cukup efektif.

  1. Selain Zika, nyamuk Aedes aegypti di Brazil juga masih berisiko membawa virus Dengeu yang jadi sebab DBD

Nyamuk

Walau dalam cuaca dingin, kondisi sanitasi yang buruk masih bisa jadi alasan kenapa DBD via nyamuk Aedes agypti masih perlu diwaspadi di Olimpiade Rio 2016. Belum lagi kondisi wisatawan yang biasanya tidak dalam kondisi imunitas prima karena belum terbiasa akan iklim dan kelembapan Brazil yang berbeda dari negeri asal mereka. Buah segar atau suplemen tablet Vitamin C bisa jadi solusi untuk pertahankan daya tubuh.

Tapi, sebagaimana host yang baik dan rajin menabung, Brazil pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk tamu yang datang. Jangan lupa juga untuk melakukan tindakan preventif untuk meminimalisir risiko negatif. Kalau memang diantara Teman Sehat ada yang sanggup beli tiket Jakarta-Rio de Janeiro mau lihat Koh Hendra atau Neng Greys tanding Bulutangkis langsung ke Brazil, cus gih, no worries!

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.