Halo Teman Sehat! Apa kamu suka mengonsumsi yoghurt? Kalau iya, pasti kamu tau dong apa aja manfaat dari susu fermentasi ini. Selain bisa menyehatkan pencernaan karena adanya bakteri baik (probiotik), yoghurt juga bisa menghambat tumbuhnya bakteri jahat (patogen) dan membantu penderita lactose intolerance. Tapi kalian tau ngga, teranyata yoghurt itu ada beberapa jenis loh berdasarkan cara pembuatannya, yuk simak!

By the way, yoghurt itu apa sih sebenernya?
Yoghurt merupakan susu yang telah melalui proses fermentasi karena adanya penambahan bakteri yang bisa menghasilkan asam laktat seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Yoghurt juga merupakan salah satu makanan fungsional yang mengandung prebiotik, probiotik dan sinbiotik.
Apa sih probiotik, prebiotik, dan sinbiotik? Prebiotik adalah bakteri baik yang terkandung dalam makanan dan baik bagi kesehatan usus besar (colon). Sedangkan prebiotik adalah makanan yang ngga bisa dicerna oleh sistem pencernaan dan akan jadi makanan buat mikroba baik di colon. Gabungan antara manfaat dari probiotik dan prebiotik adalah sinbiotik. Makanan atau minuman yang mengandung sinbiotik bisa menjaga kesehatan dan sistem imun kamu loh, Teman Sehat!
Bagaimana yoghurt dibuat?
Pada proses pembuatannya, kedua jenis yoghurt ini awalnya melalui proses yang sama, yaitu pengaturan komposisi susu, pencampuran bahan, pemanasan dengan suhu 80-85˚C selama 30 menit dan pendinginan. Setelah didinginkan, lalu susu ditambahkan bakteri. Bakteri yang ditambahkan, akan menyebabkan susu menggumpal dan menimbulkan rasa asam pada yoghurt.

Dilihat dari cara pembuatannya, yoghurt terbagi menjadi 2 jenis: set yogurt dan stirred yogurt
- Dalam pembuatan set yogurt, setelah ditambahkan bakteri, yoghurt dikemas dan didiamkan di dalam pendingin atau chiller. Nah, apa dampaknya? Tekstur yoghurt jenis ini menjadi padat. Biasanya, yoghurt jenis ini memiliki aroma asam yang menyengat.

- Sedagkan untuk stirred yoghurt setelah penambahan bakteri, susu didiamkan di dalam wadah pencampur. Setelah itu yoghurt didinginkan, diaduk dan dikemas. Adanya proses pengadukan sebelum pengemasan, menyebabkan yoghurt berbentuk agak cair. Yoghurt jenis ini biasanya sering kita temukan sebagai yoghurt siap minum di pasar swalayan. Modifikasi lain dari jenis stirred yogurt adalah frozen yoghurt yaitu yoghurt yang dibuat seperti pembuatan es krim dan concentrate yoghurt yaitu yoghurt yang setelah difermentasi lalu dipanaskan buat mengurangi jumlah air didalam yoghurt. Terkstur yoghurt ini seperti soft cheese.

Bukan cuma bisa langsung dikonsumsi, yoghurt juga bisa juga ditambahkan potongan buah atau sari buah, sehingga cita rasa yoghurt semakin bervariasi. Nah, setelah tau kedua jenis yoghurt ini, kamu suka yoghurt jenis apa? Tulis jawabanmu di kolom komentar yuk!
Editor & Proofreader: Agatha, S.Gz

