Food Loss dan Food Waste, Apa Bedanya, ya?

Teman Sehat, tahukah kamu? Berdasarkan data dari Food and Agriculture Organization (FAO), sepertiga dari bagian makanan yang bisa dimakan, hilang atau terbuang percuma (1,3 miliar ton). Food loss dan food waste salah satunya, terjadi di negara berpenghasilan tinggi maupun rendah. Kedua hal ini bisa menyebabkan perubahan iklim akibat gas rumah kaca yang dihasilkan. Apa penyebabnya? Yuk simak penjelasannya di sini!

Apa itu food loss dan food waste?

Food loss atau kehilangan makanan yaitu penurunan massa makanan yang bisa dikonsumsi di seluruh bagian rantai pasokan, termasuk pada tahap produksi, pasca panen, dan pengolahan. Contohnya kerusakan selama panen, ikan yang dibuang, atau penurunan produksi susu karena penyakit sapi perah.

Penurunan terjadi pada kualitas dan kuantitas pangan serta kurang layaknya konsumsi sebelum sampai ke konsumen. Sedanngkan food waste atau limbah makanan merupakan bagian dari kehilangan makanan yang terjadi di akhir rantai makanan. Contohnya makanan yang telah dilakukan proses pengolahan oleh konsumen di tingkat rumah tangga atau penjual eceran.

Alasan terjadi food loss dan food waste

Pada negara berpenghasilan tinggi

  • Produksi lebih dari yang diperlukan untuk menjamin stabilitas pasokan sesuai kontrak
  • Trimming atau pemotongan bahan makanan selama pemrosesan
  • Makanan telah kadaluwarsa sebelum terjual
  • Rata-rata orang dengan mudahnya menyisakan makanan, padahal makanan merupakan bagian yang relatif kecil dari pengeluaran rumah tangga.
  • Tersedianya banyak makanan yang dijual di toko dan restoran, mendorong orang-orang untuk membeli makanan dalam jumlah banyak.

Pada negara berpenghasilan rendah

  • Tanaman dipanen terlalu dini (karena memerlukan uang atau makanan), sehingga kurang layak untuk dikonsumsi.
  • Fasilitas penyimpanan kering atau pendinginan yang kurang atau buruk
  • Kapasitas industri yang ngga mencukupi untuk memroses dan mengawetkan makanan
  • Kondisi pasar grosir atau eceran yang ngga sehat
  • Limbah makanan tingkat konsumen relatif jarang terjadi, karena banyak orang ngga mampu membuang makanan dan hanya membeli makanan yang dibutuhkan.

Apa manfaat menguranginya?

  • Makanan yang terbuang sia-sia seharusnya bisa digunakan membantu memberi makan keluarga yang membutuhkan, orang kelaparan, dan mengurangi kerawanan pangan saat ini.
  • Menghemat biaya tenaga kerja untuk memroduksi, memroses, mengangkut, serta menyimpan produk.
  • Pada beberapa daerah, pengambilan sampah lebih murah jika volumenya berkurang dengan ngga menambahkan limbah makanan.
  • Mengurangi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembusukan makanan dit tempat pembuangan sampah yang menyebabkan perubahan iklim.

Nah, berdasarkan informasi di atas, tentunya Teman Sehat sudah memahami tentang food loss dan food waste. Kehilangan makanan dan limbah makanan hanya bisa dikurangi dengan mengidentifikasi penyebabnya. Ingat, kehilangan makanan yang terjadi pada satu tahap bisa disebabkan karena adanya kesalahan pada aktivitas atau proses sebelumnya, ya! Semoga bermanfaat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.