Moodswing setelah Melahirkan? Bisa jadi Gejala Baby Blues

Kelahiran si kecil, menjadi hal yang ditunggu-tunggu bagi pasangan suami istri. Ngga bisa diingkari bahwa kelahirannya, akan dikaitkan dengan kegembiraan. Namun, tahukah kamu bahwa 85% ibu yang baru saja melahirkan bisa jadi mengalami Post Partum Depression (PPD), loh! PPD atau baby blues bisa terjadi selama beberapa hari atau bahkan beberapa bulan setelah melahirkan. Mau tahu informasi lebih jelasnya? Yuk, simak di bawah ini!

Gejala yang ditimbulkan

Normalnya, baby blues terjadi selama 10 hari setelah melahirkan dan puncaknya berada di hari ke-5. Gangguan ini terbagi menjadi dua yaitu baby blues ringan dan berat, tergatung  pada gejala dan durasinya. Biasanya gejala gangguan ini seperti, moodswing (perubahan emosi yang cepat), meningkatnya rasa cemas, keinginan menangis tanpa adanya penyebab yang jelas, panik, tertekan dan merasa hampa.

Namun, gejala ini ngga selalu ditandai dengan kemurungan yang akut. Orang tua baru yang merasa bahagia dan lega atas kelahiran anaknya bisa saja terkena baby blues. Salah satu tandanya yaitu hilangnya perasaan bersemangat mengurus si kecil, padahal di awal kelahirannya mereka sangat menikmati mengurus dan memperhatikannya.

Baby blues dan tumbuh kembang si kecil

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Teri menunjukkan bahwa, bayi dengan orang tua yang mengalami gangguan ini, cenderung memiliki emosi negatif yang lebih besar. Emosi negatif yang dimaksud meliputi, frekuensi menangis yang berlebihan, cenderung rewel, kolik, dan gangguan tidur.

Emosi negatif ini, bisa menimbulkan hubungan timbal balik pada orang tua dengan baby blues, yaitu akan memperparah gangguan ini. Jika si kecil dibiarkan tumbuh dengan gangguan ini berlarut-larut, ia akan cenderung memiliki masalah sosial seperti menyukai kekerasan dan kesulitan mengontrol perilaku saat usia anak-anak atau remaja.

Selain berpengaruh pada perkembangan emosi si kecil dan orang tua, gangguan ini juga memengaruhi kelancaran ASI. Ibu dengan gangguan ini cenderung akan menjauhi si kecil dan enggan untuk memulai atau meneruskan menyusui. Bahkan, gangguan ini bisa menyebabkan penyapihan dini. Nah, tentu saja hal ini akan memengaruhi kurangnya pemenuhan zat gizi si kecil. Jika dibiarkan berlarut, maka akan menyebabkan gangguan tumbuh kembangnya.

Ayah juga berisiko mengalaminya, loh!

Ternyata baby blues ngga cuma dialami oleh para ibu saja, loh! Ternyata para ayah juga berisiko mengalaminya. Ayah juga bisa mengalami moodswing, merasa cemas dan mengalami gangguan tidur setelah kelahiran istrinya. Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Psycology Today, faktanya 7-10% laki-laki mengalami gangguan ini. Faktor risiko gangguan ini yaitu, rendahnya hormon testosteron, keadaan finansial yang kurang stabil, dan adanya riwayat depresi.

Ternyata persiapan yang dibutuhkan saat menunggu kelahiran si kecil, ngga cuma persiapan fisik aja, Teman Sehat! Hendaknya kamu juga mempersiapkan kesiapan mental sebagai orang tua baru. Baby blues akan lebih mudah teratasi dengan keadaan mental yang lebih matang. Walaupun akan hilang dengan sendirinya, gangguan ini tetap harus dipantau, apalagi jika terjadi lebih dari 1 bulan.

Nah, sekarang kamu sudah lebih kenal kan dengan gangguan ini? Yuk, bantu keluarga, sahabat atau orang di sekitar mu untuk mengatasinya, minimal dengan menjadi pendengar yang baik, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *