Hai Sahabat Sehat! Organisasi kesehatan dunia (WHO) sejak tahun 2010 merekomendasikan pada ibu untuk menyusui bayinya secara eksklusif ketika 6 bulan pertama kehidupan bayi dan terus berlanjut untuk waktu 2 tahun atau lebih, karena air susu ibu (ASI) mampu menyeimbangkan kebutuhan gizi bayi yang baru lahir.
Beberapa ibu menyusui berhenti memberikan bayinya ASI dengan alasan karena kurangnya produksi ASI. Lantas apa saja sih faktor yang memengaruhi produksi ASI? Yuk simak penjelasannya sebagai berikut.

Gizi
Makanan yang dikonsumsi ibu menyusui sangat mempengaruhi produksi ASI. Terpenuhinya kebutuhan gizi dan keteraturan pola makan menjadikan produksi ASI berjalan lancar. Kebutuhan gizi ibu menyusui lebih tinggi dari pada ibu hamil. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui ngga secara langsung mempengaruhi produksi ASI, melainkan jika terjadi kekurangan gizi dalam jangka waktu cukup lama maka produksi ASI akan berkurang hingga akhirnya berhenti.
Ketenangan Jiwa dan Pikiran
Beberapa ibu mengalami perubahan emosi ketika 2-3 hari ia melahirkan. Jadi, ibu menyusui harus memiliki keadaan psikologis yang tenang karena sangat mempengaruhi produksi dari ASI. Keadaan psikologis ibu yang tertekan, stress, sedih, dan tegang akan menurunkan volume ASI. Kondisi psikologis ibu yang kurang baik juga bisa menghambat penyemprotan ASI.
Tangisan bayi yang terkadang membuat gelisah juga turut berperan membuat perasaan ibu menjadi tertekan, sehingga semakin sedikit ASI yang dikeluarkan. Kondisi lingkungan yanng disertai sikap yang positif atau santai penting dalam keberhasilan proses menyusui.
Pola Istirahat
Kondisi fisik atau pola istirahat yang baik pada ibu menyusui akan menunjang produksi ASI yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Apabila kondisi ibu terlalu letih sehingga ngga mendapat istirahat yang cukup, bisa membuat produksi ASI berkurang. Istirahat berarti mengistirahatkan fisik dan juga pikiran hingga benar-benar relaks. Oleh karena itu, ibu menyusui perlu menjaga pola istirahatnya supaya produksi ASI bisa terus berjalan lancar.

Rokok dan Alkohol
Bagi ibu menyusui yang merokok, kerja hormon oksitosin dan prolaktin bisa terganggu akibat asap rokok. Pelepasan hormon oksitosin juga akan terhambat karena merokok akan menstimulasi pelepasan hormon adrenalin yang membuat produksi ASI terhambat. Di sisi lain, bagi ibu yang mengonsumsi alkohol akan merasa relaks, tapi hal ini berdampak pada kurangnya produksi ASI karena etanol dapat menghambat produksi oksitosin.
Sahabat Sehat, selain hal-hal yang disebutkan di atas, masih banyak faktor lainnya yang berhubungan dengan produksi ASI. Contohnya seperti penggunaan alat kontrasepsi, status pekerjaan, perawatan dan anatomi payudara, faktor hisapan, berat lahir bayi serta faktor lainnya.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
