Kenalan dengan Fenomena “Hustle Culture”

Halo Sahabat Sehat! Di masa pandemi Covid-19, banyak generasi muda berlomba-lomba untuk mengikuti berbagai kegiatan online supaya tetap produktif selama di rumah saja. Tapi, ngga sedikit pula yang bekerja terlalu keras hingga mengenyampingkan kesehatannya. Sejalan dengan hal itu, baru-baru ini muncul sebuah fenomena yang disebut dengan hustle culture.

Hustle culture merupakan kondisi ketika seseorang memiliki motivasi untuk bekerja melebihi batas waktu yang normal demi meraih kesuksesan. Pengertian lain dari fenomena ini ialah gaya hidup dengan sebutan “gila kerja”.

fenomena hustle culture
Foto: Pexels.com

Dampak hustle culture bagi kesehatan

Hustle culture akan membuat seseorang ngga memperdulikan rasa lelah yang dialami dan mengabaikan kebutuhan fisiologis, seperti istirahat atau tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur yang tentu saja akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang bekerja secara berlebihan, berapapun usianya, cenderung memiliki gangguan kecemasan, depresi, juga gangguan tidur. Bahkan, gaya hidup yang buruk ini bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti gangguan kesehatan mental, penyakit jantung, hingga stroke akibat kelelahan bekerja.

Kondisi ini ternyata juga memicu burnout yang disebabkan oleh stress kronis yang ngga terkelola dengan baik. Biasanya ditandai dengan kemampuan bekerja yang berkurang, memiliki pandangan negatif terhadap pekerjaan atau rekan kerja, serta seringkali merasa lelah akibat pekerjaan yang dilakukan.

tips hindari hustle culture
Foto: Pexels.com

Cara supaya terhindar dari hustle culture

Wah, kalau sampai berdampak buruk bagi kesehatan kamu, tentunya penting untuk melakukan langkah pencegahan untuk menghindari kondisi ini. Kamu bisa membuat daftar prioritas pekerjaan yang penting, ngga penting, mendesak, dan ngga mendesak, dengan begitu kamu akan lebih mudah mengatur waktu ketika bekerja. Sebisa mungkin batasi diri untuk mengecek notifikasi yang masuk ke media sosial saat waktu kerja.

Menghindari kebiasaan multitasking juga bisa kamu coba, karena dapat membuat pekerjaan menjadi ngga efektif. Di sela pekerjaan, jangan lupa untuk mengistirahatkan badan dan pikiran sejenak, misalnya dengan melakukan peregangan.

Setelah bekerja, cobalah berikan apresiasi pada diri sendiri. Upayakan untuk menyeimbangkan work-life balance, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas kesukaan di luar masalah pekerjaan, seperti family time atau quality time

Sahabat Sehat, itulah penjelasan mengenai hustle culture yang bisa berdampak buruk bagi kesehatanmu. Sesuatu yang berlebihan itu ngga baik. Bekerja keraslah tanpa mengenyampingkan kesehatan supaya kamu tetap sehat dan produktif. Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa untuk share ke teman-temanmu, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Balkeran, A. (2020). Hustle culture and the implications for our workforce. City University of New York (CUNY) Academic Works. https://academicworks.cuny.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1100&context=bb_etds.

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. (2020). Dampak dan Cara Mengatasi Hustle Culture. https://fk.unair.ac.id/dampak-dan-cara-mengatasi-hustle-culture/. Diakses pada 27 Desember 2021.

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. (2020). Mengenal Hustle Culture, Budaya Gila Kerja Generasi Muda. https://fk.unair.ac.id/mengenal-hustle-culture-budaya-gila-kerja-generasi-muda/. Diakses pada 27 Desember 2021.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.