Inilah yang Terjadi saat Telinga “Bindeng”

Halo Teman Sehat! Pernah atau sering kah kamu mengalami telinga bindeng? Bindeng merupakan kondisi saat telinga terasa buntu, ketika kamu mendengar suara maka terdengar meredam seakan ada yang menghalangi saluran telinga. Kondisi bindeng bisa disertai gejala klinis seperti pusing, batuk, bahkan sakit telinga. Tapi, ada juga bindeng yang tidak disertai gejala-gejala tersebut.

Taukah kamu apa penyebab bindeng? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Penyebab Bindeng

1. Gangguan pada saluran Eustachius

Saluran Eustachius merupakan saluran yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan. Fungsinya untuk menyeimbangkan tekanan yang ada di dalam telinga serta menyesuaikan tekanan yang ada di luar telinga. Ketika terjadi ketidakseimbangan tekanan udara di dalam dan luar telinga maka terjadilah bindeng. Ketidakseimbangan tersebut bisa terjadi saat :

Saat berada di tempat tinggi, di pesawat misalnya, tekanan udara akan semakin rendah. Hal tersebut menyebabkan perubahan tekanan udara antara di luar telinga dan bagian dalamnya.

  • Berenang

Saat berenang, sangat mungkin air masuk ke dalam telinga. Air yang masuk bisa terjebak di telinga tengah dan mengganggu saluran Eustachius, sehingga terjadi perubahan tekanan udara di dalam dan luar telinga.

  • Menguap atau menelan

Saat menguap atau menelan saluran Eustachius akan membuka sebentar lalu membiarkan cairan atau udara mengalir dan membuat tekanan di bagian telinga tengah agar tekanannya sama dengan tekanan yang ada di luar telinga. Namun terkadang, udara atau cairan tersebut berhenti di telinga tengah. Akibatnya tekanan udara yang ada di luar telinga lebih tinggi.

2. Earwax

Earwax atau Cerumen merupakan bagian alami dari telinga yang di sekresi oleh kelenjar ceruminous. Earwax biasa menempel pada saluran telinga. Teksturnya lengket dan berwarna kekuningan. Banyak yang mengira bahwa earwax adalah kotoran telinga, padahal earwax  berfungsi melindungi telinga dari benda asing yang bisa mengganggu kinerja telinga. Tapi, apabila telinga mu memproduksi earwax berlebihan, maka hal itu dapat menghambat saluran telinga,  sehingga mengakibatkan  gangguan pendengaran seperti bindeng.

Tips mengatasi telinga bindeng

1. Menguap atau mengunyah permen karet

Yap, meski kadang kala menguap bisa menimbulkan bindeng, namun ada kemungkinan jika kamu menguap lagi bindeng itu akan hilang dengan sendirinya. Jika hal tersebut ngga berhasil, maka kamu bisa mencoba mengunyah permen karet. Mengunyah akan membantu mengembalikan keseimbangan kondisi tekanan udara yang ada di dalam telinga.

2. Tutup hidung dan buka mulut

Alternatif sederhana ini juga bisa Teman Sehat coba. Caranya, ambil nafas yang dalam, tahan, lalu cubit lubang hidung hingga menutup. Setelahnya, hembuskan nafas perlahan melalui lubang hidung tersebut. Saat melakukannya, pastikan mulut menutup.

3. Meneteskan baby oil

Apabila kamu merasa kelebihan earwax, kamu bisa menguranginya menggunakan baby oil. Baby oil akan membantu earwax keluar dari saluran telinga secara aman dan lembut. Hindari penggunaan cotton bud, karena itu justru dapat mendorong earwax masuk lebih dalam. Bila perlu mintalah bantuan orang terdekat untuk membersihkan telinga dari earwax.

Nah, jika tips-tips di atas masih belum ampuh, sedangkan bindeng yang terjadi sudah berlangsung selama beberapa hari dan disertai beberapa gejala klinis, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter ya!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

 

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *