Picky eater pada anak sering membuat orang tua, terutama ibu, jadi sulit untuk memberikan makanan untuk buah hatinya. Apakah Sahabat Sehat di sini merupakan ibu dengan putra/putri yang pernah mengalami picky eater? Yuk, cek tulisan berikut supaya kamu bisa lebih tenang dalam menghadapi anak yang sedang dalam fase picky eater.

Kenalan dengan picky eater
Picky eater merupakan kondisi memilih-milih makanan yang umum ditemui pada anak. Anak akan menolak makanan yang umumnya disajikan berulang kali maupun makanan asing yang belum dikenali. Kondisi ini biasanya memuncak pada balita dan usia pra sekolah. Meskipun dianggap hal yang biasa, sebagai orang tua tentu tidak bisa tenang apabila buah hati sedang dalam kondisi picky eater, karena hal tersebut bisa berdampak pada risiko kekurangan asupan zat gizi yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya.
Tanda dan gejala picky eater
Meskipun picky eater merupakan kondisi yang lazim, Sahabat Sehat tidak boleh meremehkannya loh ya! So, Sahabat Sehat bisa nih memahami tanda yang umumnya ditunjukkan saat anak lagi susah makan.
Biasanya, saat berada di fase tersebut berat badan anak tidak bertambah dan ngga memiliki nafsu makan. Bahkan, anak bisa menolak hingga menangis saat waktu makan tiba, berpaling dari makanan dan alat makan yang diberikan, berulangkali menyingkirkan alat makan dari hadapannya. Beberapa anak juga mengalami mual dan muntah hampir setiap hari, bahkan setelah periode adaptasi pada makanan baru.
Fase ini juga seringkali dialami oleh anak yang masih ketergantungan dengan ASI dan susu formula sebagai sumber zat gizi utama, meski sudah melewati usia 1 tahun dan dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Hal ini menyebabkan anak hanya mau menerima bubur meski setelah berusia 9 bulan dan belum mampu belajar menggigit makanan padat pada usia 8 bulan.
Saat sedang makan anak picky eater juga seringkali hanya memainkan makanan di dalam mulut dan selalu menolak makanan meskipun memiliki rasa dan tekstur yang beraneka macam. Mereka hanya mau mengonsumsi makanan yang mereka inginkan.

Mengatasi picky eater
Sahabat Sehat dapat melakukan beberapa tips berikut untuk mengatasi anak yang sedang berada dalam kondisi picky eater. Pertama, cobalah untuk berbagi tanggung jawab dengan anak. Orang tua dapat mengontrol jenis dan waktu makan untuk anak sedangkan anak menentukan jumlah makanan yang akan dikonsumsi.
Kedua, kamu perlu memastikan untuk menawarkan makanan pada anak sesuai usia. Ketiga, batasi minuman berkalori tinggi, karena asupan minuman berkalori tinggi seperti susu akan menurunkan nafsu makan anak pada makanan yang justru lebih dibutuhkan oleh tubuh.
Keempat, tetapkanlah jadwal makan anak. Orang tua dapat menetapkan jadwal makan anak, baik untuk makanan utama maupun untuk camilan. Orang tua dan anak harus menghargai jadwal yang sudah ditetapkan. Tidak membiarkan anak makan camilan saja saat jadwal makan utama dan sebaliknya. Kelima, ciptakanlah suasana makan yang menyenangkan dan berikan apresiasi pada anak.
Beberapa alternatif cara di atas dapat Sahabat Sehat terapkan secara bertahap tapi konsisten ya. Kebiasaan baik yang kamu ajarkan pasti akan menghasilkan hal baik juga untuk perkembangan anak. Salam Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
