Kanker Serviks ditularkan Melalui Toilet, Benarkah?

Tewman Sehat, kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyakit nomor 2 yang paling banyak diderita perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Yap, penyakit ini banyak menyerang perempuan pada usia produktif, yaitu 35-64 tahun.

Setidaknya, terdapat 15.000 perempuan di Indonesia yang terinfeksi penyakit ini setiap tahunnya. Lalu apakah kanker ini dapat menular? Bagaimana penularannya? Dan bagaimana pencegahannya? Yuk, simak artikel berikut ini.

Penyebabnya,

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang bisa ditularkan. Yap, penyakit ini berbeda dengan jenis lainnya, karena penyebabnya adalah virus. Sebanyak 99% penyebab penyakit adalah virus, sehingga bisa menular. Virus yang dimaksud adalah Human Papiloma Virus (HPV).

Infeksi HPV bisa menyebabkan kerusakan sel pada permukaan serviks dan menyebabkan kanker. Infeksi virus ini, ngga memiliki tanda spesifik. Bahkan virus ini bisa berdiam selama belasan tahun, sampai menunjukkan gejala kanker. Jika gejalanya sudah muncul, biasanya stadium kanker sudah lanjut dan cenderung lebih sulit untuk disembuhkan.

Penularan HPV melalui toilet

Biasanya, virus penyebab penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual. Baik laki-laki maupun perempuan, bisa menjadi pembawa (carrier) virus ini. Walaupun penyakit ini cuma menyerang perempuan saja.

Kasus penularan HPV melalui penggunaan toilet, sangat jarang terjadi. Tapi, bukan berarti kamu bisa bebas menggunakan toilet yang kotor, ya! Selalu jaga kebersihan toilet untuk mengurangi penularan penyakit lainnya.

Lalu gimana ya,  cara mencegahnya?

  • Mendapatkan vaksin HPV

Biasanya, vaksin ini diberikan pada remaja putri usia 11-12 tahun yang belum pernah berhubungan seksual. Vaksin ini bisa saja diberikan untuk perempuan yang sudah aktif secara seksual, tapi perlu dipastikan bahwa ngga ada virus HPV yang berkembang di tubuhnya. Jika sudah terniveksi virus HPV, maka vaksin ini akan sia-sia. Vaksin ini diberikan beberapa kali secara bertahap sesuai dengan usia.

  • Melakukan deteksi dini secara rutin

Terdapat beberapa metode untuk mendeteksi dini penyakit ini. Biasanya di Indonesia menggunakan metode Papsmear, IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) atau HPV DNA. Ketiga metode ini bisa kamu lakukan di laboratium terdekat (Papsmear, IVA, HPV DNA) atau di Puskesmas (Pap smear, IVA).

IVA mempunyai harga yang paling terjangkau (Rp 10.000-25.000) atau bahkan terkadang gratis jika dilakukan di Puskesmas. Pada dasarnya, metode deteksi dini melihat kemungkinan kejanggalan pada serviks. Penyakit ini bisa dengan mudah dicegah sebelum menjadi kanker. Jika kejanggalan ini segera diatasi, maka seseorang akan terbebas dari penyakit ini.

  • Setia pada satu pasangan

Penularan HPV terjadi saat berhubungan seksual, sehingga seseorang dengan banyak pasangan akan lebih berpotensi tertular HPV. Seorang laki-laki yang ngga setia, sangat memungkinkan menularkan HPV ke istrinya di rumah, begitupun sebaliknya.

Nah, Teman Sehat, itulah beberapa uraian singkat mengenai kanker serviks. Jadi, walaupun disebabkan oleh virus, penyakit ini ngga ditularkan melalui toilet, ya! Walaupun begitu, tetap lakukan pencegahan penyakit ini dengan vaksin HPV, rutin mendeteksi dini, dan menjaga kesetiaan terhadap pasangan.

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *