Kenali Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Seperti yang sudah Sahabat Sehat ketahui, jantung adalah organ vital dalam tubuh yang bekerja dengan memompa darah yang dibutuhkan oleh anggota tubuh lainya, termasuk paru dan otak. Pembentukan jantung dimulai pada awal kehamilan, yaitu usia 7 minggu kehamilan.

Ternyata, bukan hanya orang dewasa saja yang mengalami penyakit jantung, melainkan anak juga bisa mengalami penyakit jantung bawaan akibat adanya suatu kelainan sejak lahir. Apa itu dan bagaimana gejalanya?

penyakit jantung bawaan pada anak
Foto: Freepik.com

PJB pada anak

Congenital heart disease (CHD) atau yang dikenal dengan penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan bentuk kelainan pada jantung yang terjadi sejak bayi baru lahir. PJB memiliki gejala klinis yang bervariasi, mulai yang bersifat paling ringan hingga berat.

Prevalesi PJB tersebar di beberapa negara, contohnya di negara Eropa yang menunjukkan penurunan tren 70 per 10000 kelahiran hidup menjadi 55-60 per 10000 kelahiran hidup pada semua tahapan keparahan. Penurunan ini dikaitkan dengan adanya program fortifikasi asam folat yang telah dilakukan secara menyeluruh.

Sedangkan di Indonesia, kejadian PJB adalah 8 per 1000 kelahiran hidup, artinya diperkirakan terdapat penambahan 32000 kasus baru PJB setiap tahunnya. PJB termasuk dalam lima daftar penyebab kematian tersering pada anak. Mortalitasnya yang tinggi disebabkan banyak faktor, utamanya yaitu sosiodemografis rendah hingga menengah.

Siapa saja yang rentan melahirkan anak PJB?

Hingga saat ini, ahli belum mengetahui 90% penyebab PJB. Nah, kondisi pada ibu hamil yang berisiko melahirkan anak dengan PJB, yakni memiliki riwayat diabetes yang tak terkendali, mengonsumsi alkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, terinfeksi rubella atau campak jerman, perokok aktif, dan faktor bawaan penyakit jantung dari keluarga.

mengenal gejala penyakit jantung bawaan
Foto: Freepik.com

Mengenali ragam gejala PJB pada anak

PJB mungkin belum terlalu luas dikenal oleh banyak orang. Yap, hal ini disebabkan oleh penampakan variasi gejalanya sangat luas dan deteksinya yang sulit. Anak bisa menunjukkan kondisi tubuh yang sehat dan normal, namun ternyata mengalami gangguan pada jantung.

Gejala PJB yang perlu diwaspadai pada anak, yaitu berat badan yang menurun meski asupan zat gizi dan makan sudah optimal diberikan, kebiruan pada area mukosa mulut atau bluish discoloration, nafas lebih cepat atau tersengal-sengal saat sedang ngga beraktivitas, dan sering terjangkit infeksi saluran nafas bagian atas (ISPA).

Sahabat Sehat, perawatan PJB bisa dilakukan melalui pembedahan dan terapi obat-obatan. Pemillihan intervensi tentu berdasarkan kondisi kebocoran jantung terletak pada bagian mana.

Penemuan diagnosis PJB secara dini memberikan peluang keberhasilan perbaikan jantungnya yang lebih pasti. Yuk jangan abaikan munculnya gejala yang menyertai pada anak.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.