Seorang ayah, sebagai figure kepala keluarga tentu ngga lepas dari berbagai macam tanggung jawab. Selain memberikan nafkah untuk menjamin kehidupan keluarganya, sosok ayah juga punya peran penting dalam tumbuh kembang sang buah hati loh! Kira-kira seperti apa ya peranannya? Apakah sama seperti peran seorang ibu? Yuk, cari tahu lebih lengkapnya. Check this out!

Inilah Peran Ayah
Secara umum, kamu tentu tahu bahwa ayah berperan sebagai pencari nafkah utama bagi keluarga. Seorang ayah juga menjadi penentu kebijakan, pengambil keputusan, dan pemimpin dalam rumah tangga.
Tugas ayah sebenarnya ngga hanya terbatas pada mencari nafkah namun juga terlibat membimbing dan mengasuh anak di rumah. Sesuai pada UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, bahwa pada pasal 131 menyebutkan bahwa upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak menjadi tanggung jawab dan kewajiban bersama bagi orang tua, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Pendukung Pola Asuh Ibu
Nah, dilansir dari laman BKKBN disampaikan kembali bahwa sebenarnya peran ayah ngga berhenti seperti apa yang dibahas di paragraf sebelumnya. Meskipun ibu dan ayah memiliki perbedaan dalam penerapan pola pengasuhan, namun keduanya dapat saling melengkapi kekurangan masing-masing loh!
So, pengasuhan anak menjadi lebih fleksibel dan efektif. Kamu perlu tahu, keterlibatan ayah secara aktif dalam pengasuhan mampu meningkatkan kemampuan berbagai aspek tumbuh kembang anak loh!
Keterlibatan dalam Mencegah Stunting
Sahabat Sehat, tentu udah tahu apa itu stunting? Yap, suatu permasalahan gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi yang menyebabkan gangguan proses pertumbuhan pun perkembangan dalam jangka panjang. Di Indonesia, prevalensi stunting masih tergolong tinggi nih yaitu mencapai 30,8% (Riskesdas 2018) dan menurun menjadi 24,4% (SSGI 2021).
Lalu, seberapa terlibatkah ayah dalam mencegah stunting? So, inilah beberapa peran ayah sebagai kunci keberhasilan keluarga dalam mencegah stunting.

Mendampingi proses kehamilan hingga pasca melahirkan
Seorang ayah yang meluangkan waktunya untuk ikut pemeriksaan kehamilan, mendampingi proses bersalin, turut merawat sang buah hati tentu menguatkan jalinan kerjasama antara ayah dan ibu untuk mencapai tujuan yang sama dalam merawat anaknya.
Mendukung pemberian ASI eksklusif
Survei nasional tahun 2012-2017, melaporkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif tidak sampai 50%. Padahal praktik pemberian makan bayi sangat berkontribusi terhadap stunting. Kasih sayang dan dukungan moril seorang suami dapat meningkatkan motivasi ibu dalam proses pemberian ASI.
Mencukupi kebutuhan gizi ibu dan anak
Nah, peran selanjutnya yang ngga kalah penting yakni mencukupi kebutuhan gizi ibu dan anak, terutama dalam praktik pemberian ASI juga MP-ASI yang berkualitas. Seorang ayah pun harus terlibat langsung dalam hal ini baik secara emosional hingga finansial untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Menjamin tempat tinggal dan keharmonisan keluarga
Selain yang sudah disebutkan di atas, ayah juga memiliki peran dalam memastikan bahwa lingkungan tempat tinggal terjamin, mulai dari sanitasi, air bersih, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan. Bukan hanya itu, ayah juga sebaiknya mampu berperan dalam menjaga dan menciptakan keharmonisan keluarga, seperti memberikan ketenangan, keamanan dan kenyamanan keluarga
Nah, gimana Sahabat Sehat! Ternyata peran seorang ayah tak kalah penting kan? Yuk, sama-sama kita berusaha untuk mengurangi angka stunting di Indonesia! Semoga informasi ini bermanfaat. So, jangan lupa share artikel ini kepada orang-orang terdekatmu khususnya para calon ayah. Selamat Hari Ayah Nasional!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
