Listeriosis dan Kehamilan

Halo Teman Sehat! Udah tahu dong tentang wabah penyakit listeriosis yang marak diperbincangkan sejak awal bulan ini? Seperti yang udah dibahas pada artikel sebelumnya, penyakit bersumber Listeri monocytogenes ini mengancam kelompok usia tertentu, salah satunya yaitu ibu hamil. Sebetulnya seberapa bahaya sih listeriosis bagi ibu hamil? Yuk simak penjelasan berikut!

Bahaya listeriosis untuk ibu hamil

Tahukan Teman Sehat, ibu hamil 20 kali lebih berisiko terinfeksi bakteri listeria dibanding orang dewasa pada umunya! Perubahan hormonal pada masa kehamilan bisa berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan resiko listeriosis pada ibu. Faktanya 1 dari 3 kasus listeriosis terjadi ketika masa kehamilan. Listeriosis bisa menyebar ke janin melalui plasenta walaupun si ibu ngga menunjukkan tanda-tanda listeriosis. Hal inilah yang bisa menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, kematian bayi, atau masalah kesehatan yang serius lainnya terhadap bayi yang baru dilahirkan.

Gejala listeriosis saat kehamilan

Gejala listeriosis pada ibu hamil lebih sering yaitu tanpa gejala sehingga si ibu baru tahu ketika manifestasi klinis telah terjadi, yang meliputi: demam, diare, keguguran ataupun bayi lahir dengan sepsis dan pneumonia. Ibu biasanya udah terinfeksi selama 3 bulan terakhir tapi ngga menunjukkan gejala seperti listeriosis pada orang umum kecuali demam tinggi.

Cara diagnosis

Untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar terkena listeriosis, maka bisa dilakukan test dengan metode polymerase chain reaction (PCR) atau dengan test darah untuk melihat ketahanan tubuh. Dalam kehamilan, blood cultures dan cultures of the placenta adalah cara yang bagus untuk menemukan gejala dari listeriosis.

Makanan yang perlu dihindari

Bagi kelompok berisiko, khususnya ibu hamil, akan lebih baik jika menghindari makanan-makanan berikut untuk meminimalisir terjadinya listeriosis. Apa aja sih?

  • Hindari susu ataupun prosuk susu misalnya keju yang tidak dipasteurisasi
  • Jangan makan soft cheese yang tidak ada tulisan “terbuat dari susu pasteurisasi”
  • Jangan makan seafood asap yang udah didinginkan (refrigerated) kecuali sudah dimasak sampai matang
  • Jangan makan hot dogs, luncheon meats, ataupun deli meats sampai dihangatkan ulang dan benar-benar masih hangat

Gimana kalau udah mengonsumsi makanan yang beresiko tersebut?

Langkah awal yang perlu dilakukan yaitu menghubungi dokter atau petugas kesehatan setempat untuk melakukan tes awal. Treatment yang dilakukan biasanya pemberian antibiotik, pastikan juga antibiotik tersebut aman untuk kehamilan Teman Sehat ya!

Prinsipnya nih ya, hindari makanan yang beriko dan lakukan cara pencegahan penyebaran atau kontaminasi Listeria monocygenes, dan apabila udah ada gejala, segera hubungi petugas kesehatan setempat untuk segera diberikan tindakan. Yuk, hidup sehat, bebas dari listeriosis!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *