Makanan Iradiasi, Aman Ngga Sih?

Halo Teman Sehat! Kamu pernah dengar tentang makanan iradiasi? Atau, sebelum itu, kamu pernah mendengar kata ‘iradiasi’? Kalau dengar kata iradiasi, sebagian besar dari kita berpikir tentang sinar-sinar berbahaya yang ngga baik buat tubuh. Tapi, tau ngga sih Teman Sehat, ternyata teknologi ini bisa berfaedah loh kalau diaplikasikan ke makanan. Yuk kita simak penjelasannya!

Apakah yang dimaksud dengan iradiasi pada makanan?

Iradiasi adalah suatu teknik penggunaan energi radiasi dengan memancarkan sinar pada bahan makanan yang disengaja dan terarah. Jenis radiasi yang digunakan pada teknik ini adalah radiasi pengion, yaitu radiasi yang memberikan energi tinggi sehingga menimbulkan ketidakstabilan pada objek yang dilaluinya. Biasanya, teknik ini dipakai buat membunuh bakteri jahat, virus, jamur dan serangga yang bisa mencemari dan merusak bahan makanan.

Terus aman ngga sih sinar radiasinya?

Teman Sehat, perlu kamu tau ternyata penggunaan sinar radiasi ini udah disetujui oleh FDA (Food and Drugs Administration). Sumber sinar yang diperbolehkan oleh FDA untuk mengawetkan makanan ada 4 yaitu, atom Co-60 dan Cs-137 yang menghasilkan sinar gamma, biasanya dipakai buat strerilisasi keperluan medis dan penyembuhan kanker. Lalu, mesin generator sinar X yang menghasilkan sinar X, biasanya dipakai keperluan medis, dan mesin berkas elektron. Keempat sinar ini memiliki batas penggunannya masing-masing yaitu, 5 MeV buat sinar X dan sinar gamma, 10 MeV buat mesin berkas elektron dan >10 MeV buat mesin berkas elektron. Kenapa lebih tinggi? Karena efek radioaktif yang ditimbukan tidak terlalu besar.

Gimana sih cara kerjanya?

Jadi, bahan makanan yang akan ditembak sinar radiasi ini ditaruh di ruangan khusus untuk ditembak oleh sinar radiasi. Nantinya, sinar yang ditembak akan diserap oleh makanan, lalu akan membuat bakteri jahat terganggu kestabilannya bahkan sampai mematikan bakterinya. Banyaknya energi dari sinar radiasi yang diserap oleh makanan yang diradiasi ada batasannya loh, Teman Sehat! Jadi, batasan (dosis) penyerapan energi radiasi yang diperbolehkan menurut Codex General Standard for Irradiated Foods adalah sebesar 10 kGy. Dosis ini menjadi standar buat pengaplikasin teknik iradiasi pada bahan pangan, seperti:

  • Dosis rendah (≤1 kGy) digunakan buat menghambat proses pematangan buah dan pertunasan umbi-umbian dan rimpang-rimpangan (jahe, kunyit), serta mencegah perkembangan serangga dan hama di gudang
  • Dosis sedang (1-10 kGy) digunakan buat menghilangkan kapang/khamir dan bakteri jahat yang tidak berspora
  • Dosis tinggi (>10 kGy), digunakan buat sterilisasi bahan makanan/pangan keperluan khusus, seperti masyarakat yang rentan terhadap penyakit, astronot, militer, jamaah haji, dan sebagainya). Tetapi harus di kombinasikan dengan perlakuan lain seperti bahan kemasan dan pembekuan.

Jadi, makanan iradiasi itu aman?

Nah, Teman sehat tadi udah simak kan penjelasannya? Jadi, makanan iradiasi itu aman buat dikonsumsi. Teman Sehat ngga perlu takut sama namanya yang aneh ‘makanan iradiasi’. Bahkan FDA dan Codex udah membolehkan penggunaannya loh! Di luar negeri pun, seperti di Eropa, Amerika, dan Timur Tengah telah mulai menggunakannya.

Tapi kok di Indonesia ngga ada keputusannya? Eits jangan salah, BPOM telah mengizinkannya loh! Bahkan Kemenkes pun mengeluarkan izin komersialisasi produk makanan/pangan iradiasi melalui permenkes No. 701 th 2009. Produk ini juga memiliki label tersendiri loh, Teman Sehat! Label ini telah ditetapkan peraturannya berdasarkan undang-undang pangan RI No.7/1996 dan peraturan Label pangan No. 69/199.

Jadi gimana Teman Sehat? Kalau kamu mendengar makanan/pangan iradiasi udah ngga takut lagi kan? Ternyata makanan ini ngga se-menyeramkan namanya, justru ternyata teknologinya membantu buat mengawetkan makanan kamu! Jangan lupa perhatikan labelnya sebelum kamu mengonsumsi pangan iradiasi! Selamat mencoba Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Agatha, S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *