Di tengah rutinitas padat, menyiapkan bahan untuk memasak terasa banyak memakan waktu. Memesan makanan online atau memasak makanan instan memang ngga salah, tetapi dilema terjadi ketika Sahabat Sehat ingin makan menu rumahan buatan sendiri. Di sinilah meal preparation atau meal prep hadir sebagai solusi terbaik. Konsepnya sederhana, yaitu menyiapkan makanan atau bahan masakan di awal supaya ngga perlu ribet saat masak di hari-hari berikutnya.
Bagaimana cara melakukannya? Nah, berikut ini tips melakukan meal prep yang praktis dan sehat!

Tetapkan menu dan buat daftar belanja
Ketika baru pertama kali melakukan meal prep, Sahabat Sehat ngga perlu langsung menyiapkan menu untuk seminggu. Cukup mulai menyiapkan menu untuk 2 atau 3 hari ke depan. Kamu bisa menyiapkan menu sederhana yang sudah sering dibuat, seperti ayam atau ikan goreng, sup bening, dan tumis sayur. Menu-menu sederhana ini bukan hanya cepat dibuat, tetapi juga fleksibel untuk dikombinasikan dengan berbagai lauk atau sayuran lain.
Ketika sudah menentukan menu dan memperkirakan berapa kali akan makan di rumah, kamu bisa membuat daftar belanja. Catat semua bahan yang diperlukan berdasarkan resep. Ini bisa menghindari pembelian impulsif, mengurangi kemungkinan bahan terbuang, dan memastikan semua kebutuhan terpenuhi tanpa perlu bolak-balik ke pasar atau supermarket.
Memulai meal prep!
Ketika bahan-bahan sudah siap, Sahabat Sehat bisa meluangkan satu hari untuk menyiapkan menu yang akan disantap beberapa hari ke depan. Cara untuk melakukan meal prep bisa disesuaikan dengan rutinitas dan kebutuhan.
Salah satu cara meal prep yang banyak dilakukan adalah batch cooking, yaitu memasak satu jenis makanan dalam jumlah besar lalu membaginya dalam beberapa porsi. Cara ini cocok untuk hidangan yang membutuhkan waktu lama untuk dimasak dan tahan lama, seperti rendang, semur, atau ayam kecap.

Cara kedua adalah menyiapkan bahan ready‑to‑cook. Sahabat Sehat bisa menyiapkan bahan mentah yang sudah dicuci, dipotong, dan dibumbui. Saat ingin memasak, kamu hanya perlu menumis atau menggorengnya.
Cara praktis lainnya, yaitu menyiapkan untuk satu porsi makan. Kamu bisa memasak seperti biasa lalu membaginya ke dalam beberapa wadah untuk satu kali makan. Satu wadah ini bisa berisi lauk, sayur, dan karbohidrat. Supaya lebih awet, beri sekat antara ketiganya. Kemudian, langsung simpan dan panaskan saat ingin dimakan.
Tips menyimpan makanan
Makanan yang sudah siapkan bisa disimpan dalam kulkas dan freezer. Pastikan semua makanan diberi label tanggal, dan letakkan makanan yang lebih lama di bagian depan untuk dimakan lebih dulu. Simpan bahan yang cepat rusak di bagian yang mudah terlihat.
Makanan matang umumnya aman dibekukan dalam wadah kedap udara. Sebelum dibekukan, sayuran bisa diblansir atau direbus dalam air mendidih sebentar supaya kualitasnya terjaga saat disimpan.
Daging, ayam, dan ikan matang bisa bertahan 1—4 hari di kulkas (suhu sekitar 4°C), dan 3—6 bulan bila dibekukan (suhu sekitar –18°C). Sup dan semur bisa disimpan 3—4 hari di kulkas dan 2—3 bulan di freezer. Sedangkan sayuran yang sudah di blansir bisa tahan hingga satu minggu di kulkas dan 8—12 bulan dalam freezer.
Sebelum mengonsumsi makanan yang sudah disiapkan, pastikan makanan tersebut ngga berlendir, berjamur, atau mengeluarkan bau busuk. Selamat mencoba meal prep dan semoga informasi ini bermanfaat ya, Sahabat Sehat!

