Apakah Sahabat Sehat pernah mendengar tentang CYD-TDV (Dengvaxia)? Ini adalah salah satu jenis vaksin yang dapat mencegah demam berdarah. Selain vaksin ini juga ada beberapa vaksin lain yang juga sama untuk mencegah DBD. CYD-TDV juga telah tersedia di Indonesia. Lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut!

Sekilas tentang DBD
Kasus demam berdarah di dunia diperkirakan mencapai 390 juta orang yang terinfeksi disetiap tahunnya. Indonesia termasuk kedalam negara dengan peringkat tertinggi kasus dengue di Asia Tenggara. Demam berdarah disebabkan oleh penularan virus melalui gigitan nyamuk jenis Aedes albopictus atau Aedes aegypti. Nyamuk berkembang biak dengan habitat negara-negara tropis dan subtropis karena temperatur, kelembaban udara serta curah menjadi faktor yang sesuai untuk nyamuk hidup. Di Indonesia banyak ditemukan kasus infeksi dengan jenis virus DENV3. Terdapat 4 tipe virus penyebab demam berdarah yaitu DENV1 sampai 3.
CYD-TDV (Dengvaxia)
Vaksin ini memiliki nama dagang dengvaxia yang dikembangkan oleh Sanofi Pasteur dan telah mendapatkan lisensi di negara-negara endemik yaitu Amerika dan Asia. TDV memiliki nama lengkap yaitu CYD-TDV atau Chimeric Yellow Fever 17D Virus-Tetravalent Dengue Vaccine. CYD-TDV merupakan vaksin hidup yang terdiri dari kombinasi kuadrivalen dari empat virus chimeric monovalen yang dilemahkan.
Uji klinis menunjukkan bahwa vaksin ini memberi perlindungan terhadap DENV3 dan juga DENV4, perlindungan sedang terhadap DENV1, namun tidak memberikan perlindungan yang baik terhadap DENV2 dengan tingkat efikasi perlindungan terhadap masing-masing serotipe adalah 54,7% (DENV1), 43,0% (DENV2), 71,8% (DENV3), dan 76,9% (DENV4).

Ketentuan dan efek samping Dengvaxia
Pada umumnya vaksin jenis dini diberikan 2 dosis dengan jarak waktu dosis ke 2 adalah 3 bulan. Vaksin deman berdarah tetravalen ini dapat diberikan kepada orang dengan usia 6-45 tahun dan untuk lansia belum direkomendasikan. Selain itu, ibu yang sedang hamil atau menyusui, mangalami infeksi berat, sedang demam tinggi, dan mengalami alergi setelah menerima dosis pertama perlu menghindari penerimaan vaksin dengvaxia.
Efek yang timbul setelah pemberian vaksin biasanya berupa demam, kurang enak badan, sakit kepala, nyeri, dan kemerahan di bagian bekas suntikan. Gejala efek samping ini bertahan 1-3 hari dan umumnya ringan.
Nah, itulah tentang vaksin yang bisa mencegah infeksi dengue atau demam berdarah. Vaksin dengvaxia telah ada di Indonesia, namun saat ini belum ada program vaksinasi untuk mencegah DBD dari pemerintah. Meskipun begitu, Sahabat Sehat tetap bisa melakukan vaksinasi TDV di tempat fasilitas kesehatan.
