Hai, Teman Sehat! Pendidikan seks pada anak seringkali dianggap tabu sehingga banyak orang tua cenderung menghindarinya. Padahal pendidikan seks merupakan hal penting untuk memperkenalkan kehidupan yang akan anak hadapi di masa depan. Yuk, simak informasi lebih lengkapnya di sini!
Apa itu pendidikan seks?

Pendidikan seks merupakan suatu upaya penyadaran, pengajaran, dan pemberian informasi tentang seksual. Informasi yang disampaikan sangat beragam mulai dari fungsi organ reproduksi dengan penjelasan moral, etika, agama, serta komitmen. Penjelasan tersebut ditujukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan organ reproduksi.
Dimulai sejak kecil
Pendidikan seks memang selayaknya dimulai sejak kecil. Para ahli psikologi menganjurkan agar anak-anak sejak dini mulai dikenalkan dengan pendidikan seks. Kemudian proses pembelajarannya disesuaikan dengan perkembangan seiring berjalannya waktu.
Mengapa pendidikan seks penting?
Pelecehan seksual terhadap anak saat ini seringkali terjadi, bahkan pada tahun 2014 telah tercatat 1217 kasus. Pelecehan seksual ngga hanya berupa fisik, namun juga nonfisik atau verbal. Hasil penelitian dari Leitenberg & Gibson menunjukkan bahwa pendidikan seks terbukti mampu menurunkan risiko terjadinya kekerasan seksual pada anak dan ngga mengakibatkan kelainan perilaku seksual saat dewasa.
Cara melakukan pendidikan seks pada anak
Pendidikan seks pada anak sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan bertahap. Adapun cara-cara yang bisa dicoba antara lain:

- Membuat dan membantu anak nyaman dengan tubuhnya sendiri
- Memberikan pelukan kasih sayang yang tulus agar anak dapat membedakan dan merasakan pelukan tulus dari orang tua
- Membantu anak memahami apa yang boleh dan ngga boleh dilakukan di depan umum
- Memberi tahu apa saja hal-hal pribadi yang ngga boleh dilihat dan disentuh orang lain
- Menjelaskan perbedaan anatomi laki-laki dan perempuan secara perlahan dan ngga frontal
- Menjelaskan proses perkembangan tubuh seperti hamil dan melahirkan secara sederhana. Hindari kalimat berbohong seperti “adik bayi datang dari langit atau dibawa burung”
- Menjelaskan fungsi anggota tubuh secara wajar dan menghindarkan anak dari rasa malu atau bersalah atas bentuk tubuh sendiri
- Mengajarkan nama yang benar pada setiap anggota tubuh dan fungsinya. Hindari mengganti penyebutan alat kelamin dengan sebutan lain, misal dengan dompet dan burung
- Membuat anak paham tentang kosep pribadi dan mengajarkan kalau berbicara seks merukan hal pribadi
- Memberikan dukungan dan suasana kondusif agar anak lebih mudah terbuka untuk berkonsultasi tentang seks ke orang tua
- Menghubungkan keterkaitan hubungan sosial dan agama tentang bagaimana hubungan antara laki-laki dan perempuan. Namun, kedalaman informasi perlu disesuaikan dengan perkembangan anak
- Membiasakan anak berpakaian sesuai jenis kelaminnya agar anak bisa memahami dan menghormati anggota tubuhnya
Nah, sekarang saatnya orang tua mulai mengubah cara pikir baru dan mulai bentuk karakter anak yang lebih baik. Pendidikan seks sebaiknya disampaikan dengan bahasa yang baik kepada anak. Share artikel ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

