Sleep Walking: Gejala dan Cara Mengatasinya

Hai, Teman Sehat! Tidur merupakan istirahat yang paling sering dilakukan setelah seharian lelah beraktivitas. Tidur membuat seseorang kembali segar dan berenergi. Namun, terdapat jenis gangguan tidur bernama sleep walking atau tidur berjalan. Gangguan ini seringkali disepelekan, tapi ternyata cukup berbahaya. Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya di sini!

Pengertian

Sleep walking atau yang dikenal dengan istilah somnambulisme merupakan gangguan yang terjadi selama tidur nyenyak. Kondisi ini mengakibatkan seseorang berjalan atau melakukan suatu perilaku kompleks lainnya saat tertidur. Gejalanya lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa, serta pada kondisi kurang tidur atau memiliki kebiasaan sering terbangun di malam hari.

Alarm Jam, Berdiri, Waktu, Tidur, Tempat Tidur, Bangun
sumber: pixabay.com

Selain itu, gejalanya juga bisa menyebabkan cedera dan kualitas tidur buruk. Sleep walking kebanyakan terjadi pada seseorang dalam tahap III siklus tidur. Tahap ini merupakan kondisi dimana seseorang sudah dalam tidur nyenyak. Biasanya sering terjadi pada sepertiga malam atau dalam satu hingga dua jam setelah orang tersebut tertidur.

Penyebab

Berikut ini beberapa penyebab sleep walking yang perlu kamu ketahui:

  1. Kurang waktu tidur

Kurang tidur berhubungan dengan apa yang terekam dalam otak. Kondisi ini membuat tubuh melakukan rekaman tersebut secara berulang. Misalnya, apabila seseorang terbiasa tidur malam, maka otak akan sering mengulangi kejadian tersebut.

  1. Konsumsi obat-obatan

Konsumsi obat-obatan dengan efek penenang mendorong seseorang untuk meningkatkan terjadinya sleep walking.

  1. Stres dan cemas yang berlebihan

Stres berlebihan memicu  sleep walking karena munculnya gangguan saat tidur. Stres dapat berasal dari kondisi fisik seperti rasa sakit atau berupa stres emosional.

  1. Konsumsi alkohol berlebihan

Konsumsi alkohol berlebihan bisa membuat tahap tidur seseorang menjadi ngga stabil dan meningkatkan risiko terjadinya sleep walking.

  1. Cedera kepala

Kondisi yang dapat memengaruhi otak seperti encephalitis akan meningkatkan kemungkinan sleep walking.

Bagaimana gejalanya?

Banyak orang mungkin menganggap gangguan ini biasa terjadi, bahkan mengabaikannya. Berikut berbagai tanda dan gejala sleep walking:

Putih, Lembar, Tempat Tidur, Kamar, Orang Orang, Gadis
sumber: pixabay.com
  1. Duduk di tempat tidur dan mengulangi gerakan seperti mengusap mata atau menarik piyama yang digunakan
  2. Terlihat linglung, biasanya mata penderita akan terbuka dan dapat melihat. Namun, cara melihatnya berbeda dibandingkan saat terbangun dari tidur
  3. Ngga merespon orang lain yang sedang berbicara atau merespon dengan hal yang ngga masuk akal
  4. Sulit untuk terbangun
  5. Berbicara pada saat tertidur

Jika Teman Sehat melihat seseorang yang mengalami kondisi tersebut, maka sebaiknya bawa mereka kembali ke tempat tidur serta pastikan keamanannya. Jangan coba untuk mengagetkan orang tersebut atau menahan secara fisik kecuali saat dalam keadaan bahaya.

Cara mengatasi 

Berikut ini berbagai cara mengatasi sleep walking:

  1. Mengamankan risiko berbahaya

Simpan barang-barang berbahaya seperti pisau. Tutup pintu atau jendela supaya menghindari hal-hal yang ngga diinginkan.

  1. Meningkatkan higienitas tidur

Hindari konsumsi kafein atau alkohol serta pastikan lingkungan tidur tenang, nyaman, sejuk, dan gelap.

  1. Cognitive behavioral therapy

Terapi dilakukan dengan mengubah cara pikir seseorang tentang tidur, termasuk di dalamnya teknik relaksasi.

Nah, itu dia berbagai fakta tentang sleep walking. Jangan lupa bagikan artikel bermanfaat ini ke orang-orang sekitar kamu, ya Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Referensi

Sleepwalking https://www.seattlechildrens.org/pdf/PE1291.pdf Diakses pada 4 April 2021.

Sleepwalking https://www.nhs.uk/conditions/sleepwalking/ Diakses pada 4 April 2021.

Sleepwalking https://www.sleepfoundation.org/parasomnias/sleepwalking Diakses pada 4 April 2021.

Sleepwalking https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14292-sleepwalking Diakses pada 4 April 2021.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.