Ministroke dan Migrain, Sama Ngga ya?

Teman Sehat, apakah anggota keluarga atau kerabat kamu ada yang pernah terserang stroke? Yap, stroke merupakan sebuah keadaan, di mana aliran darah ke bagian otak terputus sehingga sel-sel otak ngga dapat cukup oksigen dan mulai mati. Tapi, kamu tau ngga? Ternyata ada jenis stroke yang miri dengan penyakit migrain, loh! Lalu, apa ya bedanya? Yuk, bahas di sini!

Apa sih ministroke?

Ministroke terjadi karena gangguan temporer pada aliran darah menuju otak, retina atau saraf tulang belakang. Gangguan ini, biasanya disebabkan oleh darah yang menggumpal. Gejalanya mirip dengan stroke, tapi ngga sampai merusak sel-sel otak atau menyebabkan distabilitas permanen.

Apa aja ya, gejalanya?

Gejalanya ministroke yaitu, sakit kepala tiba-tiba, mati rasa atau kelemahan (terutama di satu sisi tubuh), kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan, masalah penglihatan di satu atau kedua mata, dan tiba-tiba pusing atau kehilangan keseimbangan atau koordinasi.

Gejala ini, bisa hilang dengan cepat, durasinya sekitar beberapa menit sampai 1 jam. Walaupun begitu, jangan pernah menganggapn enteng ya, karena biasanya gejala ini adalah peringatan penyakit stroke lebih serius, yang bisa muncul. Risikonya sangat tinggi dalam 48 jam setelah serangan ministroke. Oleh karena itu, disarankan untuk mencari pertolongan medis saat menghadapinya.

Mirip dengan migrain

Ternyata, gejala ministroke mirip dengan migrain, loh! Seperti gangguan penglihatan, gangguan bicara, dan kelemahan otot. Lalu gimana ya, cara membedakannya?

  • Gejala stroke muncul tiba-tiba, sedangkan gejala migrain muncul secara bertahap; diawali dengan sakit kepala ringan yang terus berlanjut menjadi sakit kepala sangat berat.
  • Gejala stroke cenderung disebut gejala “negatif”, misalnya penderita bisa saja kehilangan pandangan pada sebelah mata atau mengalami mati rasa di salah satu tangan atau kaki. Sedangkan migrain cenderung memiliki gejala “positif”, yang artinya “menambah” sensasi pada indera, seperti kilatan pada penglihatan atau kesemutan di kulit.
  • Kalau kamu masih muda, kemungkinan gejala yang muncul adalah migrain. Sedangkan kalau sudah berumur, kemungkinan gejala yang muncul adalah stroke. Apalagi kalau sebelumnya orang tersebut belum pernah mengalami migrain atau mempunyai tekanan darah tinggi sebelumnya.

Saat migrain, ada kemungkinan juga mengalami stroke, tapi itu bukan berarti migrain bisa menyebabkan stroke, ya! Di sisi lain, stroke bisa memicu gejala migrain.

Nah, Teman Sehat, jangan lupa buat konsultasi ke dokter, jika gejala ini mulai terasa di orang terdekat kamu. Supaya mendapatkan penanganan dan obat yang tepat. Jangan lupa ubah pola hidup kamu menjadi pola hidup sehat, supaya terhindar dari serangan stroke maupun migrain!

 Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *