Play Therapy, Cara Atasi Trauma Anak Pasca Bencana

Hai, Teman Sehat! Kejadian trauma akan menimbulkan perasaan, cemas, gelisah, bahkan depresi. Bagaimana jika hal tersebut terjadi pada anak? Trauma akibat terpisah dari keluarga, menyaksikan lingkungan porak poranda, serta mengetahui banyaknya korban jiwa saat bencana alam pastinya sangat sulit dihilangkan. Terdapat sebuah metode untuk mengatasi trauma anak salah satunya play therapy. Apakah metode tersebut bisa efektif dilakukan? Yuk, simak informasinya di sini!

Anak lebih rentan trauma

Berdasarkan sebuah survei, setelah adanya bencana alam maka sebagian besar korban memiliki reaksi psikologis yang normal, sebanyak 15-20% mengalami gangguan mental ringan yang merujuk pada gangguan pasca trauma (post traumatic stress disorder atau PTSD), dan sebanyak 3-4% sisanya mengalami depresi dan kecemasan tinggi.

girl covering her face with both hands

Kejadian trauma sangat memungkinkan berlangsung lama. Nah, kalau ngga segera ditangani sejak dini mungkin akan memburuk seiring berjalannya waktu. Dampak emosional yang muncul dalam jangka pendek berupa rasa takut, cemas, sedih, cenderung menghindari banyak orang, serta merasa kehilangan.

Meskipun lama-kelamaan rasa itu akan memudar, namun jika seorang anak yang mengalaminya akan jadi berbeda. Anak-anak yang belum mengerti cara mengalihkan perhatian mungkin akan terus memikirkan hal tersebut, sehingga berisiko akan berlangsung lebih lama.

Mengenal play therapy

Penanganan anak yang mengalami PTSD tentu berbeda dengan orang dewasa. Pada dasarnya dunia anak adalah dunia bermain. Play therapy yang dilakukan pada anak bisa membantu mempermudah proses pemulihan. Anak dibuat nyaman selama proses penanganan traumatiknya.

Taman Kanak Kanak, Anak, Bermain, Menyenangkan, Bahagia

Beberapa tema permainan untuk konseling anak yang sering digunakan antara lain permainan aktif seperti tentara-tentaraan, bermain musik, keluarga boneka, dan permainan dengan tema safety atau security. Permainan yang dilakukan bisa membuat anak menyalurkan emosi dan menghadirkan sikap peduli layaknya pahlawan yang menyelamatkan orang-orang dari bahaya yang mengancam.

Manfaat dari play therapy

Bermain bisa membantu upaya menjalin hubungan dan lebih dekat dengan anak. Sebuah permainan membuat anak menjadi lebih terbuka dan ngga menghindar jika didekati. Tak hanya itu, ternyata banyak manfaat play therapy lainnya loh, seperti:

Anak, Menara, Blok Bangunan, Blok, Balok Kayu

  1. Membangun konsentrasi anak
  2. Meningkatkan kesehatan dan perkembangan anak
  3. Membuat anak nyaman dengan meningkatkan daya imajinasi
  4. Mengatasi keengganan anak saat proses terapi
  5. Membangun ekspresi yang meningkatkan komunikasi

Masa anak-anak merupakan masa penuh dengan keceriaan, proses tumbuh kembang, dan fase yang tepat untuk mengenal lingkungan sekitar. Semua itu bisa terganggu jika anak mengalami depresi atau trauma. Dunia bermain yang begitu melekat pada anak menjadi kunci pendekatan dalam penanganan PTSD.

Menjalin komunikasi dengan anak sangatlah penting, kalau sudah terjalin komunikasi yang baik, anak ngga akan ragu menceritakan apapun. Yuk, perhatikan masa tumbuh kembang anak, ajak main dan mengobrol supaya anak merasa diperhatikan dan ngga sendirian. Keep Happy Family! Jangan lupa bagikan informasi bermanfaat ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.