Q&A: Mengurangi Kehilangan Kandungan Vitamin pada Buah

Teman Sehat, di tengah pandemi Covid-19 saat ini kamu perlu selalu menjaga asupan zat gizi, khususnya asupan vitamin. Salah satu bahan pangan yang kaya sumber vitamin yaitu buah-buahan. Tapi, perlu kamu tahu kandungan vitamin di dalamnya akan mudah rusak dengan kondisi yang ngga tepat. Yuk, cari tahu Question and Answer (Q&A) mengurangi kandungan vitamin pada buah, ya!

Q: Apakah vitamin pada buah bisa tahan pada suhu ruang?

Beberapa jenis vitamin pada buah mudah mengalami kerusakan jika berada di lingkungan dengan suhu cukup panas (> 25°C). Vitamin A dan B6 mudah rusak ketika berhadapan dengan suhu panas. Vitamin ini mudah ditemui pada buah mangga, semangka, dan pepaya.

Selain suhu panas, beberapa faktor lain yang bisa merusak vitamin yaitu cahaya matahari, oksigen, dan pH (derajat keasaman). Kamu bisa melihat tabel lebih lengkap mengenai pengaruh faktor-faktornya terhadap berbagai jenis vitamin pada artikel ini.

A: Tidak semua bisa bertahan, tapi atur dengan penyimpanannya

Beberapa faktor yang ada, bisa kamu hambat pembgaruhnya dengan beberapa hal seperti menghindari buah dari tempat yang terkena cahaya matahari langsungsaat menimpan. Perhatikan suhu dan kelembapan relatif ruangan, karena akan mempercepat kerusakan vitamin yang terkandung. Kondisi penyimpanan buah bergantung pada jenisnya.

Q: Apakah kandungan vitamin pada buah potong, cepat rusak?

Buah potong yang didiamkan di udara terbuka, akan mengalami reaksi oksidasi yang secara luas dikenal dengan istilah pencoklatan enzimatis. Pemicunya yaitu adanya kontak antara daging buah yang mengandung komponenfenol dan enzim fenolase dengan oksigen di udara.

Dari segi fisik, daging buah akan mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan. Pencoklatan ini, ngga cuma merubah warna buah, tapi juga merusak kandungan vitamin pada buah, khususnya vitamin C dan E yang berperan sebagai antioksidan.

A: Bisa cepat rusak, tapi aturlah dengan ini

Tips sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kerusakan vitamin, akibat pencoklatan yaitu segera makan buah potong. Semakin cepat dimakan, maka semakin sedikit vitamin yang rusak.

Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan jenis pisau yang digunakan untuk memotong buah. Pastikan pisau yang digunakan berbahan stainless steel, karena molekul besi pada pisau non stainless steel bisa mempercepat terjadinya pencoklatan enzimatis dan kerusakan vitamin pada buah.

Nah, sekarang Teman Sehat sudah paham kan? Ternyata ada beberapa faktor yang bisa merusak kandungan vitamin pada buah. Jangan lupa lakukan tips untuk pencegahannya, ya! Ajaklah orang terdekatmu untuk melakukannya dan dapatkan kandungan vitamin yang lengkap pada buah, oke!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *