Rahasia Boba, Minuman Kekinian Anak Milenial

Anak milenial mana sih, yang ngga mengenal boba? Yap, boba atau bola-bola tapioka yang biasanya disajikan dalam bentuk minuman bubble tea ini telah menarik perhatian banyak orang, terutama kaum muda. Ngga jarang kamu bisa melisat ‘si bola bundar’ ini menjadi topping di berbagai minuman di Indonesia.

Banyak alasan kalangan milenial menyukai rasa ‘si bola bundar’ yang dicampurkan dengan milk tea. Entah karena sensasi yang diberikan saat merasakan tekstur kenyal dan manis dari boba, atau kombinasi antara keduanya yang tepat. Tapi, tahukah kamu ada rahasia dibalik boba bagi kesehatan? Yuk, simak penjelasannya!

Asal usul boba

Inovasi produk ini bermula dari Taiwan yang dikenal dengan sebutan zenzu naicha. Boba pertama kali diinovasikan pada tahun 1980-an di Taiwan oleh seorang pemilik kedai teh (Liu Han-Chieh) dan manajernya (Lin Hsiu-Hui). Mereka melakukan eksperimen dengan mencampurkan beberapa bahan seperti buah-buahan, sirup, dan bola-bola tapioka dalam minuman berbahan dasar susu.

Bola-bola inilah yang disebut dengan boba, karena bahan dasarnya adalah tepung tapioka yang direbus hingga bentuknya menjadi bulat dengan tekstur kenyal. Lalu bola-bola ini dicampurkan ke dalam berbagai jenis minuman, seperti teh, kopi. Selain itu, beberapa bahan lain seperti jelly dan pudding juga ditambahkan pada minuman boba milk tea.

Kandungan gizinya

Kandungan minuman boba milk tea terdiri dari tinggi gula dan lemak. Selain itu, 16 oz (sekitar 473 ml) penyajian minuman ini, mengandung sekitar 200-450 kalori. Hal ini juga bergantung pada jenis minuman dan topping apa yang dipilih. Minuman ini juga cenderung diberikan penambahan pemanis sirup jagung yang tinggi fruktosa sehingga menjadikan minuman ini salah satu minuman yang manis (sugar-sweetened beverages).

Risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan

Kandungan zat gizi pada minuman ini, yang cenderung tinggi kalori dan gula, bisa meningkatkan risiko obesitas pada anak muda di negara-negara Asia, loh! Dietary Guidelines tahun 2010 merekomendasikan total asupan kalori setidaknya 5-15% didapatkan dari gula dan lemak dari makanan.

Jika dibandingkan dengan kandungan boba, total asupan kalori dan gula yang ditambahkan sudah mencukupi kebutuhan kalori dan gula keseharian kamu. Belum lagi kalau kamu menambah topping-topping lain—tentu akan semakin meningkatkan asupan gula dan lemaknya.

Manurut beberapa penelitian yang dilakukan, konsumsi minuman manis yang berlebihan akan berimplikasi pada peningkatan berat badan, risiko diabetes melitus tipe 2, penyakit yang berhubungan dengan metabolisme tubuh dan yang berhubungan dengan gangguan pada pembuluh darah (kardiovaskuler).

Rekomendasi mengonsumsinya

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan saat mengonsumsi minuman ini, agar tetap bisa menikmatinya tanpa melupakan jumlah asupan keseharianmu. Pilihlah jenis boba milk tea dengan tingkat gula yang rendah, membatasi frekuensi pembelian minuman ini dan batasi konsumsi topping tambahan, seperti jelly atau pudding, yang bisa membantu menurunkan asupan kalori kamu.

Nah, Teman Sehat sekarang sudah tahu kan, rahasia si bola bundar ini? Ngga ada salahnya menikmati minuman ini, asalkan kamu tahu porsi yang cukup dan ngga berlebihan.

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *