Rahasia dibalik Secangkir Kopi

Teman Sehat, saat ini kebiasaan nongkrong di kafe sambil menikmati secangkir kopi hangat atau es kopi kekinian, banyak dilakukan oleh kaum milenial. Selain merilekskan tubuh, minuman ini juga punya berbagai manfaat, loh! Tapi, sayangnya banyak juga mitos mengenai minuman ini. Nah, bertepatan dengan pekan Hari Kopi Internasional, yuk bahas rahasia dibalik minuman ini! Let’s check it out!

Istilah kopi

Dikutip dari buku William H. Ukers yang berjudul “All About Coffee”, istilah kopi berasal dari bahasa Arab yaitu ‘qahwa’ yang berarti kuat, kemudian diadaptasi kedalam bahasa turki ‘kahve’ serta berbagai bahasa yang ada di Eropa, seperti ’koffie’ (Belanda), ‘café’ (Prancis), ’caffe’ (Italia) dan ‘coffee’ (Inggris).

Di Indonesia, istilah kopi diadaptasi dari bahasa Jawa “kawa’’ dan bahasa Belanda “koffie”. Namun perlu diingat kopi yang bermanfaat dan baik, merupakan kopi hitam atau kopi murni yang ngga dicampur dengan gula  dan  krim. Jenis kopi ini lebih berisiko mengalami penyakit tertentu, seperti jantung, stroke, bahkan penyakit pembuluh darah lainnya.

Kandungan zat gizinya

Salah satu zat aktif yang terkandung di dalam kopi yaitu Dicaffeoylquinic Acid. Zat ini termasuk golongan zat antioksidan yang bisa menangkal zat radikal bebas pemicu kanker.

Selain itu, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School, senyawa asam klorogenic juga bermanfaat meningkatkan pembakaran gula di dalam tubuh, sehingga aman dikonsumsi bagi penderita diabetes.

Oh iya, setiap 100 g kopi bubuk instan, mengandung 0.21 mg vitamin B2, 30.60 mg vitamin B3, kalsium 179 mg, fosfor 383 mg, Natrium  72 mg,  besi 5.6 mg, tembaga  140 mcg dan Kalium 3256 mg, loh!

Faktanya, minum kopi baik bagi konsentrasi

Pernahkah kamu mengonsumsi minuman ini menjelang ujian atau sebelum presentasi di kelas agar lebih berkonsentrasi? Yap, kandungan kafein yang terdapat dalam biji, dan daun kopi, bis amembantu kamu untuk lebih berkonsentrasi.

Dalam dosis tertentu, kafein aman dikonsumsi, karena berfungsi menghalangi sistem penghambat pengirim sinyal (neurotransmitter) bernama adenosine, sehingga daya ingta lebih kuat dan mood menjadi lebih baik karena dilepaskannya senyawa dopamine dan norepinephrine.

Dalam studi mengenai kemampuan kognitif (kecerdasan), disimpulkan bahwa seseorang yang mengonsumsi kafein kopi pada pagi hari, memiliki nilai tes lebih baik, jika dibandingkan dengan seseorang yang ngga mengonsumsi kopi. Tapi, jika kadarnya berlebihan, maka akan menyebabkan ketergantungan dan berisiko menimbulkan gangguan tidur.

Anjuran konsumsinya,

Jika kamu suka mengonsusmi kopi, tetap perlu dibatasi, ya! Anjuran konsumsinya setiap hari, yaitu 300 hingga 400 mg kafein untuk dewasa atau sekitar empat cangkir kopi.

Sementara usia 13 hingga 18 th, ngga boleh melebihi 100 mg kafein. Pada perempuan hamil, disarankan ngga melebihi 200 mg (dua cangkir kopi) per hari atau sesuai dengan saran dari dokter.

Nah, Teman Sehat, itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui megenai kopi. So, tetap bijak dalam mengkonsumsinya, ya! Jangan lupa untuk bagikan artikel ini kepada orang terdekatmu!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.