Sinopsis Seminar Peningkatan Konsumsi Pangan Hewani, Sayur, dan Buah

Halo Teman Sehat! Kemarin, 27 Februari 2017, dilaksanakan Seminar Nasional yang bertema: “Peningkatan Konsumsi Pangan Hewani, Sayur, dan Buah” loh. Kamu ikutan ngga? Spesial buat Teman Sehat, berikut ini adalah sinopsis seminar yang berlangsung hari ini.

seminar

Terdapat 6 pakar yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini

  1. Doddy Izwardy, MA (Direktur Gizi Masyarakat, Kemenkes) yang membawa materi tentang “Pentingnya Gizi Seimbang untuk Mencerdaskan Anak”.
  1. Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS (Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia) yang akan membahas tentang “Pangan Hewani dan Air Optimalkan Tumbuh Cerdas Anak”
  1. Minarto, MPS (Ketua Umum PERSAGI) membawakan materi tentang “Sayur dan Buah untuk Kesehatan dan Kebugaran”
  1. Prof Dr. Rindit Pambayun, MS (Ketua Umum PATPI) yang mempresentasikan “Keamanan Pangan yang Buruk Merusak Kesehatan”
  1. Widjaja Lukito, PhD, Sp.Gizi Klinik (K) (Ketua Yayasan Danone Institute Indonesia) yang membahas “Susu untuk Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak”
  1. Dr. Ridwan Thaha, MSi (Ketua Umum IAKMI) yang memaparkan materi “Sehat Berprestasi dengan PHBS dan Gizi Seimbang”

Kenapa pangan hewani, sayur, dan buah penting buat dibahas?

Teman Sehat, salah satu ciri bangsa maju adalah bangsa yang punya tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas kerja yang tinggi. Ketiga hal ini dipengaruhi oleh keadaan gizi. Pola  makan dan hidup bersih merupakan perilaku paling berpengaruh pada keadaan gizi. Kok bisa?

Jumlah, kualitas, dan keamanan makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan kamu, Teman Sehat. Supaya tubuh tetap sehat dan terhindar dari kekurangan dan kelebihan gizi, maka pola makan kamu harus seimbang ya!

Double burden of malnutrition

Pernahkah kamu mendengar istilah “double burden of malnutrition“?

Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, atau double burden of malnutrition. Apa maksudnya? Artinya, masalah kurang gizi masih tinggi, tapi di sisi lain, masalah gizi lebih yang ditandai dengan kegemukan atau obesitas juga tinggi.

Indonesia menempati peringkat ke-5 sebagai negara dengan jumlah anak balita pendek (stunting) di dunia.

Yap Teman Sehat! Bukan cuma gizi lebih. Gizi kurang dan lebih adalah pemicu timbulnya  berbagai penyakit tidak menular (PTM) terkait gizi, seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke, kencing manis dan kanker.

Tau ngga sih? Kelebihan berat badan dan kegemukan pada balita dan dewasa berusia >18 tahun masih tinggi, walaupun udah mengalami penurunan. Kelebihan gizi ini terjadi karena kelebihan asupan makanan dan minuman kaya energi, kaya lemak jenuh, gula dan garam tambahan, tapi kekurangan asupan bergizi seperti sayuran, buah dan serealia utuh, serta kurang melakukan aktivitas fisik.

Pemerintah melalui  Peraturan Presiden Nomor 42/2013, menyatakan bahwa untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, diperlukan status gizi yang optimal.

Seminar ini diselenggarakan oleh Mitra Pangan, Gizi, dan Kesehatan Indonesia (MPGKI) dan STIKes Binawan

Termotivasi dengan upaya Pemerintah untuk mempercepat upaya perbaikan kesehatan, gizi dan konsumsi pangan masyarakat, 4 Organisasi Profesi yaitu: Perhimpunan Cendikiawan Pangan dan Gizi Indonesia (PERGIZI PANGAN), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), mendirikan 1 lembaga kemitraan antara pemerintah dan akademisi yang tergabung dalam Organisasi Profesi dan Dunia Usaha dalam bentuk yayasan yang bersifat non-profit, dengan nama Mitra Pangan, Gizi dan Kesehatan Indonesia (MPGKI) pada tanggal 8 Maret 2016.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *