Ngga Bisa Berhenti Makan? Bisa Jadi Kamu Mengalami Ini!

photo-1424847651672-bf20a4b0982b

Teman Sehat, pernah ngga sih kamu ngerasa kalau hari itu bad day banget dan tiba-tiba ingin makan sesuatu, padahal kamu ngga bener-bener lapar? Atau, seringkah kamu merasa menyesal setelah makan banyak?

Hati-hati Teman Sehat, itu adalah ciri awal kalau kamu makan secara emosional, yang bisa berujung pada Binge Eating Disorder. Nah buat memahami hal itu, yuk simak beberapa hal ini.

1. Tanda-tanda kalau kamu makan secara emosional

Pertama, ketika hal yang membuat stres dateng, kamu tiba-tiba merasa ingin makan. Teman Sehat, rasa lapar yang sesungguhnya itu ngga dipengaruhi konflik yang terjadi pada diri kita.

Kedua, keinginan buat makan dateng secara tiba-tiba. Seharusnya, rasa lapar akan terjadi secara perlahan, ngga dari keadaan “baik-baik aja” hingga tiba-tiba “lapar” dengan sangat cepet.

Ketiga, kamu menginginkan satu makanan secara spesifik, kayak ngidam. Normalnya, ketika kamu bener-bener lapar, kamu memang memiliki suatu keinginan tertentu, tapi tetep OK kalau kamu makan yang lain.

2. Bagaimana hal itu terjadi?

makan secara emosional

Semua diawali dari kebiasaan sederhana yang ngga disadari. Misalnya, makan satu bungkus keripik saat menonton TV atau juga makan segera setelah merasa sedih, marah, atau stres. Tapi, banyak diantaranya yang bermula dari diet ketat dengan siklus seperti ini: ngga puas dengan berat badan – diet ketat dengan sangat membatasi makan – ngga tahan dengan diet ketat, akhirnya makan makanan yang tadinya dibatasi – merasa bersalah. Siklus ini berulang terus, Teman Sehat. Nah, inilah yang bisa menjadi awal terjadinya binge eating disorder.

3. Apa itu Binge Eating Disorder?

Ini adalah salah satu kelainan makan yang ditandai makan berlebihan atau sangat banyak dalam suatu waktu dibandingkan dengan yang biasa dikonsumsi. Ciri ini terjadi minimal seminggu sekali selama 3 bulan.

Umumnya, dipengaruhi oleh perasaan emosional seperti kecewa, sedih, atau tersakiti. Setelah makan banyak, penderitanya akan merasa kecewa, bersalah, atau malu dengan cara makannya yang berlebihan. Tapi, ngga semua orang yang makan berlebihan menderita kelainan ini. Misalnya, seseorang biasanya lazim makan lebih banyak saat hari libur. Kamu harus waspada kalau kebiasaan makan berlebihan itu terjadi sepanjang waktu dan akhirnya menyebabkan kamu makan sendirian, memisahkan diri dari geng atau temen-temen karena merasa malu.

4. Risiko kesehatan akibat Binge Eating Disorder

Binge eating disorder umumnya menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas yang bisa jadi awal berbagai penyakit lain seperti penyakit jantung, kanker dan diabetes. Selain gangguan kesehatan secara fisik, ternyata bisa juga menyebabkan gangguan mental, seperti depresi dan kegelisahan.

Makanya, mulai dari sekarang, jangan biasakan ‘nyemil-nyemil’ saat kamu nonton TV, baca, atau lainnya ya! Makanlah ketika hanya waktunya makan.

Oh iya, satu lagi nih Teman Sehat. Perut melilit ngga selalu berarti lapar. Perut melilit bisa berarti saat itu sedang terjadi ‘pemrosesan’ makanan yang terakhir kamu makan di dalam perut.

Cobalah mengonsumsi buah dan sayur dengan jadwal yang teratur untuk mencegah munculnya rasa lapar dan perut melilit yang berujung pada keinginan buat makan berlebih, terutama pada makanan yang tinggi gula, lemak, dan garam.

Makanan memang berfungsi sebagai bahan bakar buat tubuh kita, tapi jangan jadikan hal itu pembenaran buat makan secara emosional, ya Teman Sehat!

Bagaimana pendapatmu tentang makan secara emosional? Share yuk di kolom komentar! (agt&don)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.