Sisi lain Kantor Terbuka

Teman Sehat, kamu pernah ngga sih, ngebayangin punya kantor sekeren Google yang konsepnya terbuka dan desainnya keren? Seiring dengan berkembangnya zaman, beberapa tahun ini peraturan kerja dan lingkungan bekerja juga ikut berubah menjadi lebih fleksibel. Tata ruang yang tadinya bersekat, sekarang mulai terbuka, transparan dan bekerja di satu meja. Tapi ternyata, tata ruang yang terbuka ini, punya sisi lain yang harus kamu ketahui, loh! Apa aja, ya? Let’s check it out!

Apa sih, konsepnya?

Menurut De Croom, ada tiga hal yang bisa memengaruhi prestasi dan kesehatan para pekerjanya yaitu: lokasi (konvensional atau jarak jauh), penggunaan (terpisah atau berbagi), dan tata letak (terbagi atau terbuka).

Konsep kantor terbuka, merupakan salah satu konsep kantor inovatif yang bisa meningkatkan fleksibilitas kantor, mengurangi penggunaan ruangan, biaya umum dan teknis. Selain itu, komunikasi antar karyawan menjadi lebih meningkat.  Walaupun begitu, ada sisi lain yang perlu kamu pertimbangkan ingin menerapkan konsep ini.

Sisi lain

Kantor dengan konsep terbuka memiliki sisi negatif dan positif yang dimilikinya. Salah satu sisi lain atau sisi negatif dari konsep ini yaitu keluhan para karyawan yang merasa kepuasan kerjanya berkurang, terganggunya privasi, dan stres yang diakibatkan jarak antar karyawan yang terlalu berdekatan.

 

Jika ngga terbiasa dengan suasana ini, kamu akan merasa terganggu karena interaksi yang terlalu sering sehingga menimbulkan hal yang kurang produktif, seperti diskusi mengenai masalah personal. Kalau hal in terus terjadi, secara ngga langsung, kamu akan merasa beban kerja meningkat karena kesulitan berkonsentrasi. Selain itu, dampak jangka panjang yang bisa terjadi adalah kelelahan dan keluhan yang mengganggu fungsi sendi, otot, dan saraf (muskuloskeletal).

Gimana ya, cara mengatasinya?

Cara buat mengatasi sisi lain dari ruang kantor terbuka, yaitu membuat ‘kantor bayangan’. Apa sih, kantor bayangan? ‘Kantor bayangan’ adalah ruang kerja yang diciptakan untuk mengalihkan perhatian, menciptakan privasi dan meningkatkan konsentrasi bekerja. Di ruangan ini, kamu bisa menggunakan headphone agar ngga terganggu dengan suara bising yang ditimbulkan.

Selain itu, kamu bisa mencoba buat mengurangi diskusi panjang di meja dan melakukannya di tempat terpisah. Gunakan tanda-tanda tertentu, seperti gerak tangan untuk memberi tahu karyawan lain agar mengecilkan suaranya. Kalau kamu mau seru-seruan, bisa menggunakan kartu bergambar emoticon tertentu yang menggambarkan kondisi kamu, agar karyawan lain bisa lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Teman Sehat, pesatnya perkembangan teknologi dan banyaknya inovasi yang ada harus membawa kamu ke arah produktivitas dan aspek lainnya yang lebih positif. Sehingga kamu perlu mencari solusi dengan cara yang bijak dan kreatif agar lingkungan bekerja di kantor tetap nyaman dan harmonis.

 

Editor &Proofreader : Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *