Benar Ngga sih, Susu Kental Manis Bukan Susu?

Teman Sehat, kamu pernah ngga sih mendengar kalau susu kental manis (SKM) ternyata bukan susu? Yap, jadi beberapa waktu yang lalu, ada sebuah tulisan yang menyatakan bahwa SKM bukan susu tetapi susu tinggi gula.

Tingginya gula pada SKM, membuat konsumen yang memiliki anak, harus berpikir dua kali saat membeli produk SKM. Hal ini juga berdampak sama produsen SKM yang ngga boleh mengiklankan produknya bersama anak kecil. Jadi, sebenarnya boleh ngga sih kamu mengonsumsi SKM? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Pengertian susu

Teman Sehat, menurut CODEX STAN 206-1999 yang dilengkapi oleh PerKBPOM No. 1 tahun 2015, yang dimaksud dengan susu adalah cairan yang diperoleh dari ambing (kelenjar susu) sapi, kerbau, dan hewan peternak penghasil susu lainnya, tanpa penambahan apapun denga tujuan untuk dikonsumsi, baik segar maupun yang telah dilakukan proses pengolahan dengan pemanasan.

Susu memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh, seperti protein, lemak, vitamin, kalsium dan magnesium. Menurut SNI No. 3141 tahun 1998, dikatakan susu jika kadar protein minimal yang dikandungnya 2,8%. Banyaknya zat gizi yang terkandung, menyebabkan susu mudah rusak kalau ngga ditangani dengan benar. Salah satu cara menganganinya, yaitu dengan pengolahan.

Adanya proses pengolahan pada susu, seperti pemanasan, penambahan bahan tambahan yang diizinkan dan pengemasan yang baik akan memperpanjang masa simpan susu tanpa mengurangi kandungan gizinya secara umum.

Ternyata ini loh, pengelompokkan susu!

Adanya proses pengolahan, menyebabkan susu bisa dikelompokkan berdasarkan proses pengolahannya, seperti susu pasteurisasi, UHT, evaporasi, susu kental manis, dll. Selain itu, susu juga bisa dikelompokkan berdasaran peruntukannya, seperti untuk anak sekolah, ibu hamil, dan keadaan kesehatan tertentu.

Contoh pengelompokan susu berdasarkan cara pengolahannya yaitu, susu pasteurisasi dan UHT (Ultra High Temperature). Keduanya memiliki prinsip pengolahan yang sama yaitu pemanasan, perbedaannya terdapat pada suhu dan lamanya. Suhu dan waktu susu pasteurisasi adalah 75˚C selama 15 detik, sedangkan susu UHT 130˚C selama 2 detik.

Nah, susu pasteurisasi dan susu UHT bisa digolongkan menjadi susu bagi masyarakat umum. Karena kandungan gizi susu pasteurisasi dan UHT dapat dipenuhi oleh semua kelompok. Sedangkan untuk peruntukkan khusus seperti bayi yang ibunya ngga memiliki ASI untuk menyusuinya atau karena alasan medis, boleh mengonsumsi susu formula.

Susu Kental Manis (SKM)

Teman Sehat, menurut SNI No 2971 tahun 2011, SKM merupakan susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dari campuran gula dan susu yang kemudian dipekatkan. Berdasarkan PerKBPOM No. 1 tahun 2015 tentang kategori pangan, susu kental manis termasuk kelompok susu. Walaupun kadar gulanya termasuk tinggi (43-48%), tetapi tetap termasuk ke dalam kelompok susu, karena kandungan protein minimalnya 6,5%, yang masuk dalam range kandungan protein susu segar dan UHT (minimal 2,8%).

Sumber: finecooking.com

Kandungan gula pada SKM yang tinggi, membuat konsumen menjadi lebih aware saat mengonsumsi susu ini. Apalagi kebanyakan konsumen susu ini adalah anak-anak. Sebenarnya menurut Permenkes No 76 tahun 1975, SKM boleh dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak, kecuali bayi. Kategori anak-anak yang dimaksud adalah anak dengan umur di atas satu tahun.

Tapi, konsumsi gula pada anak juga harus dibatasi, kalau ngga dibatasi anak akan beresiko obesitas. Batas konsumsi gula untuk anak-anak dan dewasa menurut WHO adalah kurang dari 10% dari total kalori. Jika total kalori si kecil 1800, maka 10% nya adalah 180 kalori (1 g gula = 4 kalori), mka maksimal konsumsi gula yang dikonsumsi adalah 45 g.

Oh iya, sebaiknya kalau kamu mau mengonsumsi SKM sebagai susu, kamu harus melarutkannya dengan air, sesuai saran penyajiannya. Jika kamu mau mengonsumsinya secara langsung, jadikan SKM sebgaia toping martabak, pisang cokelat atau camilan dan minuman lainnya. Jangan lupa ya, perhatikan asupan gula ke tubuh kamu, jangan sampai gula yang masuk ke dalam tubuh kamu berlebih, karena sesuatu yang berlebihan itu ngga baik loh!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.