Halo Teman Sehat! Apa yang terlintas dipikiran kalian jika mendegar kata kolesterol? Pasti ngga jauh-jauh dari bahaya, serangan jantung, darah tinggi, dan masalah kesehatan lainnya. Ngga salah, karena itulah yang udah menjadi persepsi umum di tengah-tengah masyarakat.

Sebenarnya, kolesterol sangat penting bagi tubuh kita. Apakah Teman Sehat tahu kalau salah satu penyusun membran sel dalam tubuh kita adalah kolesterol? Selain menjadi komponen dalam pembentukan membran sel, kolesterol juga berperan dalam produksi lipoprotein plasma, hormon steroid, dan asam empedu yang membantu pencernaan lemak.
Kolesterol dalam telur
Kolesterol dalam telur sering kali menjadi momok yang menakutkan. Satu butir telor ukuran sedang mengandung 186-200 mg kolesterol. Banyak orang yang ngga mau lagi makan telur karena dipercaya bikin kolesterol. Disayangkan sekali, karena telur adalah sumber portein hewani kaya gizi dan ekonomis.

Hal ini karena banyak pendapat keliru yang beredar bahwa kolesterol pada telor langsung diubah menjadi serum kolesterol dalam darah yang nantinya akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Sayangnya hal tersebut ngga benar, Teman Sehat. Inilah yang mesti Teman Sehat tahu mengenai kolesterol dalam pangan, termasuk kolesterol dari telor.
Metabolisme kolesterol dalam tubuh
Secara umum, sel-sel dalam tubuh kita memiliki kemampuan untuk merasakan kebutuhan akan kolesterol. Saat sel membutuhkan kolesterol, maka produsi kolesterol akan meningkat. Tapi saat produksi kolesterol meningkat, penyerapan kolesterol dari makanan akan menurun, begitu pula sebaliknya. Simpelnya sistem di dalam tubuh kita sudah mengaturnya dengan baik, kita hanya perlu mengupayakan sebaik mungkin untuk menjaganya.
Namun beberapa hasil penelitan menunjukan bahwa faktor genetik juga memainkan peranan penting dalam mempengaruhi penyerapan dan pembentukan kolesterol ke- dan di- dalam tubuh kita. Ada orang yang dikategorikan dominan memproduksi kolesterol dalam tubuh (low absorber) ada pula orang yang dominan dalam penyerapan kolesterol dari pangan (low synthesiser).
Low absorber dan low synthesizer
Orang yang dominan memproduksi kolesterol di dalam tubuh umumnya memiliki penyerapan kolesterol dari pangan yang relatif rendah. Sementara orang yang dominan dalam penyerapan kolesterol dari pangan umumnya memiliki produksi kolesterol dalam tubuh yang relatif rendah. Jadi keseimbangan kolesterol dalam tubuh tetap terjaga.
Sementara itu, ada satu kelompok yang secara genetik memiliki level kolesterol yang tinggi yaitu kelompok familial hypercholesterolaemia (FH), sehingga untuk kelompok ini konsumsi pangan sumber kolesterol perlu dibatasi.
UK Dietary Guidelines terbaru telah menghapus pembatasan asupan kolesterol, tetapi pengecualian pada kelompok familial hypercholesterolemia (FH). Kelompok ini merupakan kelompok yang sensitif terhadap kolesterol dan merupakan kelainan genetik. Oleh karenanya, UK Dietary Guidelines tetap membatasi asupan kolesterol pada kelompok ini yaitu 300 mg/hari. Meskipun demikian, kejadian menderita kelainan genetik ini relatif kecil, dan berdasarkan data yang ada umumnya berada di UK.
Intinya, kita tidak perlu khawatir dengan kolesterol dalam pangan. Yang perlu kita khawatirkan sebenarnya kandungan lemak jenuh dalam pangan. Karena lemak jenuhlah yang memainkan peranan lebih besar terhadap berbagai masalah kesehatan. Yang terpenting adalah menerapkan diet seimbang dan rutin beraktivitas fisik, ya Teman Sehat!
Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia S.Gz

