Teman Sehat, penyakit asma ngga memandang usia, mulai dari anak-anak sampai lansia. Tanda-tanda serangannya pun bisa terjadi secara berkala, sesaat, atau setelah melakukan aktivitas tertentu saja. Tingkatan keparahan asma juga berbeda-beda. Yuk, simak berbagai tanda-tanda serangan asma berdasarkan tingkatan dan cara mencegahnya!
Serangan asma berdasarkan tingkatannya
Tanda-tanda serangan asma perlu diketahui agar penderita diberikan penanganan paling tepat. Berikut ini tanda-tanda serangan asma berdasarkan tingkatannya:

- Tanda-tanda awal
Penderita akan terganggu aktivitasnya saat mengalami tanda-tanda awal. Agar ngga berlanjut semakin parah, kamu sudah bisa mulai memberikan penanganan dan pengobatan pada tingkatan ini. Berikut ini berbagai tanda-tanda awal serangan asma:
- Batuk parah
- Mengi/napas bunyi
- Napas pendek
- Dada sesak
- Kelelahan
- Rasa gatal
- Gugup
- Mudah marah
- Tanda-tanda serangan asma parah
Kalau serangan asma parah ngga segera ditangani, maka kondisi ini sangat berisiko mengancam jiwa. Anak-anak atau orang dewasa yang mengalaminya harus dibawa ke ruang gawat darurat secepat mungkin. Akan tetapi, jika obat-obatan dan penanganan lainnya gagal dilakukan dalam waktu 10-15 menit, lalu akan muncul tanda-tanda berikut ini:
- Sianosis (bibir, wajah, kuku berubah warna menjadi biru atau abu-abu)
- Kesusahan bernapas ekstrim, dimana leher dan dada terasa “terhisap” setiap kali bernapas
- Kesulitan berbicara atau berjalan
- Kebingungan
- Cemas berlebihan
- Demam
- Sakit dada
- Detak jantung cepat
Bagaimana cara mencegah serangan asma?
Faktanya, para peneliti juga belum mampu mengidentifikasi penyebab pasti asma sehingga masih sulit untuk mengetahui cara mencegah peradangannya. Meskipun begitu, serangan asma tetap bisa dicegah dengan cara berikut ini:

- Hindari pemicu
Sebisa mungkin hindari bahan kimia, bau, atau produk yang menyebabkan masalah pernapasan. Pemicu asma bisa diketahui berdasarkan pengalaman yang pernah dialami penderita sebelumnya.
- Kurangi paparan alergen
Kalau kamu sudah tahu jenis-jenis alergen di dalam tubuh kamu sebelumnya, maka akan mudah untuk menghindarinya. Alergen bisa diidentifikasi dengan cara tes alergen di laboratorium. Beberapa alergen penyebab asma diantaranya debu, serbuk sari, bulu hewan, udara dingin, dan lain-lain.
- Suntikan alergi
Imunoterapi alergen merupakan jenis pengobatan asma yang bisa mengubah sistem imun kamu. Dengan melakukan suntikan alergi secara rutin, maka tubuh akan menjadi kurang sensitif terhadap pemicu atau paparan alergen.
- Konsumsi obat-obatan pencegah asma
Dalam hal ini, kamu perlu konsultasi dan memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Dokter lalu akan meresepkan obat untuk diminum setiap hari.
Nah Teman Sehat, asma bisa dicegah dengan serangkaian cara di atas. Akan tetapi, jika asma telah memasuki tingkat parah, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang tepat. Share artikel ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

