Hai Teman Sehat, tahukah kamu artritis adalah peradangan sendi yang megakibatkan rasa sakit dan nyeri hebat. Asam urat dan artritis reumatoid (rematik) merupakan jenis-jenis radang sendi yang umum terjadi. Kabar baiknya, membatasi konsumsi makanan dan minuman tertentu bisa meringankan gejala artritis, serta meningkatkan kualitas hidup penderitanya, loh! Apa saja sih makanan yang harus dihindari penderita artritis? Let’s check it out!
1. Makanan dengan gula tambahan

Ngga hanya penderita diabetes, penderita artritis juga harus membatasi asupan gula dan produk olahannya, seperti permen, es krim, soft drinks, dan sebagainya. Berbagai studi telah mengklarifikasi adanya kaitan antara asupan tinggi gula dengan peningkatan risiko radang sendi secara signifikan. Jadi, hindari makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan ya, Teman Sehat!
2. Makanan ultra-proses
Makanan ultra-proses seperti fast food, sereal, serta makanan panggang yang kaya akan biji-bijian olahan, gula tambahan, pengawet, dan bahan yang berpotensi menyebabkan peradangan bisa memperburuk gejala artritis, loh. Hal ini dibuktikan juga oleh studi yang menungjukkan bahwa diet kaya makanan olahan bisa meningkatkan risiko penyakit rematik, obesitas, dan jantung melalui mekanisme peradangan.
3. Daging merah dan olahannya
Beberapa penelitian juga telah mengaitkan asupan daging merah dan olahannya dengan peningkatan gejala radang sendi. Satu studi misalnya, banyak mengonsumsi daging merah dan olahan menunjukkan peningkatan tanda-tanda inflamasi di tubuh, seperti interleukin-6 (IL-6), protein C-reaktif (CRP), dan homosistein. Sebaliknya, mengonsumsi makanan nabati dan menghindari daging merah serta daging olahan telah terbukti efektif memperbaiki gejala artritis.
4. Makanan tinggi natrium
Mengurangi asupan natrium mungkin menjadi pilihan yang baik bagi kamu penderita artritis. Bahan pangan yang sebaiknya dikurangi, seperti udang, sup kalengan, daging olahan, pizza, keju tertentu, dan sebagainya.
Beberapa studi juga menegaskan bahwa diet rendah garam bisa menurunkan tingkat keparahan artritis dibandingkan diet tinggi garam. Para ahli pun sepakat bahwa asupan tinggi natrium menjadi faktor risiko rematik, yaitu penyakit radang sendi yang disebabkan oleh autoimun.
5. Makanan tinggi AGEs
Makanan terakhir yang harus dihindari yaitu makanan tinggi AGEs (Advanced Glycation End Products). AGEs merupakan molekul hasil reaksi gula dan protein atau lemak. Senyawa ini terbentuk secara alami di makanan hewani mentah melalui teknik memasak tertentu, seperti digoreng, dibakar, atau dipanggang. Contoh menu makanan yang mengandung AGEs adalah steak goreng atau panggang, ayam panggang atau goreng, hot dog panggang, kentang goreng, keju, margarin, dan mayones.

Penumpukan senyawa AGEs di tubuh dapat memicu stres oksidatif dan peradangan berlebihan sehingga memperburuk gejala artritis, bahkan meningkatkan risiko artritis reumatoid. Jadi, cobalah untuk mengganti makanan tinggi AGEs dengan makanan utuh dan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan ikan.
Nah Teman Sehat, itulah 5 jenis makanan yang sebaiknya kamu hindari jika mengidap artritis atau radang sendi. Makanan-makanan ini telah diteliti oleh para ahli, hasilnya terbukti memperparah gejala radang sendi, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya. Jangan lupa share informasi ini ke orang-orang terdekatmu, ya!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

