5 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Artritis

Hai Teman Sehat, tahukah kamu artritis adalah peradangan sendi yang megakibatkan rasa sakit dan nyeri hebat. Asam urat dan artritis reumatoid (rematik) merupakan jenis-jenis radang sendi yang umum terjadi. Kabar baiknya, membatasi konsumsi makanan dan minuman tertentu bisa meringankan gejala artritis, serta meningkatkan kualitas hidup penderitanya, loh! Apa saja sih makanan yang harus dihindari penderita artritis? Let’s check it out!

1. Makanan dengan gula tambahan

Chocolate ice cream dessert Free Photo
sumber: freepik.com

Ngga hanya penderita diabetes, penderita artritis juga harus membatasi asupan gula dan produk olahannya, seperti permen, es krim, soft drinks, dan sebagainya. Berbagai studi telah mengklarifikasi adanya kaitan antara asupan tinggi gula dengan peningkatan risiko radang sendi secara signifikan. Jadi, hindari makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan ya, Teman Sehat!

2. Makanan ultra-proses

Makanan ultra-proses seperti fast food, sereal, serta makanan panggang yang kaya akan biji-bijian olahan, gula tambahan, pengawet, dan bahan yang berpotensi menyebabkan peradangan bisa memperburuk gejala artritis, loh. Hal ini dibuktikan juga oleh studi yang menungjukkan bahwa diet kaya makanan olahan bisa meningkatkan risiko penyakit rematik, obesitas, dan jantung melalui mekanisme peradangan.

3. Daging merah dan olahannya

Beberapa penelitian juga telah mengaitkan asupan daging merah dan olahannya dengan peningkatan gejala radang sendi. Satu studi misalnya, banyak mengonsumsi daging merah dan olahan menunjukkan peningkatan tanda-tanda inflamasi di tubuh, seperti interleukin-6 (IL-6), protein C-reaktif (CRP), dan homosistein. Sebaliknya, mengonsumsi makanan nabati dan menghindari daging merah serta daging olahan telah terbukti efektif memperbaiki gejala artritis.

4. Makanan tinggi natrium

Mengurangi asupan natrium mungkin menjadi pilihan yang baik bagi kamu penderita artritis. Bahan pangan yang sebaiknya dikurangi, seperti  udang, sup kalengan, daging olahan, pizza, keju tertentu, dan sebagainya.

Beberapa studi juga menegaskan bahwa diet rendah garam bisa menurunkan tingkat keparahan artritis dibandingkan diet tinggi garam. Para ahli pun sepakat bahwa asupan tinggi natrium menjadi faktor risiko rematik, yaitu penyakit radang sendi yang disebabkan oleh autoimun.

5. Makanan tinggi AGEs

Makanan terakhir yang harus dihindari yaitu makanan tinggi AGEs (Advanced Glycation End Products). AGEs merupakan molekul hasil reaksi gula dan protein atau lemak. Senyawa ini terbentuk secara alami di makanan hewani mentah melalui teknik memasak tertentu, seperti digoreng, dibakar, atau dipanggang. Contoh menu makanan yang mengandung AGEs adalah steak goreng atau panggang, ayam panggang atau goreng, hot dog panggang, kentang goreng, keju, margarin, dan mayones.

Raw beef steaks with spices and rosemary. flat lay.top view Free Photo
sumber: freepik.com

Penumpukan senyawa AGEs di tubuh dapat memicu stres oksidatif dan peradangan berlebihan sehingga memperburuk gejala artritis, bahkan meningkatkan risiko artritis reumatoid. Jadi, cobalah untuk mengganti makanan tinggi AGEs  dengan makanan utuh dan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan ikan.

Nah Teman Sehat, itulah 5 jenis makanan yang sebaiknya kamu hindari jika mengidap artritis atau radang sendi. Makanan-makanan ini telah diteliti oleh para ahli, hasilnya terbukti memperparah gejala radang sendi, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya. Jangan lupa share informasi ini ke orang-orang terdekatmu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Referensi

Diet and Rheumatoid Arthritis Symptoms: Survey Results From a Rheumatoid Arthritis Registry https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5563270/ Diakses pada 4 April 2021

Sugar-sweetened Soda Consumption and Risk of Developing Rheumatoid Arthritis in Women https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25030783/ Diakses pada 4 April 2021

Are We Really What We Eat? Nutrition and Its Role in The Onset of Rheumatoid Arthritis https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30213695/ Diakses pada 4 April 2021

Ultra-processed Food Consumption Associates with Higher Cardiovascular Risk in Rheumatoid Arthritis https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31902026/ Diakses pada 4 April 2021

Associations Between Red Meat Intake and Biomarkers of iInflammation and Glucose Metabolism in Women https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3893727/ Diakses pada 4 April 2021

Dietary risk factors for the development of inflammatory polyarthritis: evidence for a role of high level of red meat consumption https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15593211/ Diakses pada 4 April 2021

Low Salt Diet Ameliorates Collagen-Induced Arthritis https://ard.bmj.com/content/74/Suppl_2/73.1 Diakses pada 4 April 2021

Salt, inflammatory joint disease, and autoimmunity https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28652101/ Diakses pada 4 April 2021

Glycation Damage: A Possible Hub for Major Pathophysiological Disorders and Aging https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6147582/ Diakses pada 4 April 2021

Dietary Advanced Glycation End Products and Their Role in Health and Disease https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4496742/ Diakses pada 4 April 2021

Advanced glycation endproducts are increased in rheumatoid arthritis patients with controlled disease https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22168993/ Diakses pada 4 April 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.