Yuk, Kenali Pati Resistan dan Jenis-jenisnya!

Halo Teman Sehat! Apakah kamu pernah mendengar tentang pati resistan? Ternyata pati jenis ini memiliki manfaat yang banyak loh bagi kesehatan tubuh. Tapi, ngga semua orang familiar dengan istilah ini. Nah, penasaran ngga dengan manfaatnya? Yuk kenali pati resistan lewat tulisan ini ya!

Sumber: pixabay.com

Apa itu pati resistan?

Pati resistan merupakan kelompok karbohidrat yang ngga bisa dicerna oleh sistem pencernaan. Enzim di dalam sistem pencernaan ngga mampu mencerna pati jenis ini, sehingga pati resistan akan utuh hingga menuju kolon (usus besar). Nah, di dalam kolon inilah pati resistan akan menjadi makanan bagi bakteri baik (probiotik) di dalam usus besar atau yang biasa kamu kenal dengan istilah prebiotik.

Ketidakmampuan sistem pencernaan dalam mencerna pati resistan inilah yang menjadikan pati resistan sebagai komponen pangan fungsional yang memiliki banyak manfaat, diantaranya mencegah peningkatan kadar gula dalam darah, mencegah gangguan metabolisme lipid, menjaga kesehatan kolon, dan berperan sebagai prebiotik.

Jenis-jenis pati resistan

Pati resistan bisa ditemukan secara alami pada bahan pangan dan dapat juga diproduksi dengan proses modifikasi tertentu. Ini dia beberapa jenis pati resistan:

1. Pati resistan tipe I

Pati resistan disintesis secara alami di dalam endosperma serealia dan kacang-kacangan. Granula pati dalam komoditas tersebut diselubungi oleh matriks protein dan dinding sel yang kuat. Struktur tersebutlah yang mengakibatkan granula pati tidak dapat terakses oleh enzim pencernaan dan ngga bisa tercerna menjadi glukosa.

Ketika bahan pangan tersebut dimasak secara utuh (tanpa penyosohan), maka lapisan dinding sel dan matriks protein akan menghalangi masuknya air ke dalam endosperma. Akibatnya, pati tidak akan mudah tergelatinisasi karena kekurangan air. Pati yang tidak tergelatinisasi dengan sempurna akan sulit dicerna di dalam tubuh. Salah satu produk yang dapat Teman Sehat jumpai seperti produk berbasis gandum utuh.

2. Pati resistan tipe II

yellow banana fruit on white table

Pati resistan jenis ini dikelompokkan berdasarkan kandungan amilosa yang tinggi pada produk pangan. Teman Sehat dapat menjumpai pati jenis ini pada pati kentang yang belum dimasak, pati pisang yang belum masak, dan pati jagung tinggi amilosa. Struktur pati pada produk-produk tersebut dapat mencegah enzim pencernaan untuk mencerna pati. Tapi, jika komoditas pangan tersebut diolah seperti kentang goreng/panggang, sangat mungkin jika strukturnya akan mengalami perubahan sehingga pati di dalamnya akan lebih mudah dicerna. Sama halnya dengan menunggu pisang menjadi masak loh, Teman Sehat!

3. Pati resistan tipe III

Kelompok ini terdiri dari produk pangan yang mengalami retrogradasi (bahan pangan yang diolah dengan pemanasan dan kemudian diberi perlakuan pendinginan)

4. Pati resistan tipe IV

Pati tipe ini merupakan modifikasi kimia yang dilakukan untuk menghasilkan pati dengan struktur yang ngga dapat dicerna oleh enzim pencernaan.

5. Pati resistan tipe V

Pati resistan tipe V diproduksi dengan membentuk kompleks antara amilosa dengan lipid, sehingga akan dihasilkan struktur pati yang sulit dicerna oleh enzim pencernaan.

Ternyata banyak ya tipe pati resistan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan banyak penemuan untuk menghasilkan produk pangan yang memberikan manfaat fungsional bagi tubuh. Selanjutnya Teman Sehatlah yang memilih akan mengonsumsi makanan seperti apa. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia SGz

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.