Teknologi Carbon Cool Pencegah Heat Stroke

Halo Sahabat Sehat! Tingginya suhu udara membuat seseorang berisiko mengalami heat stroke. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah meluncurkan suatu terobosan teknologi, yakni rompi carbon cool untuk mengatasi heat stroke dan telah diaplikasikan pada pelaksaanan ibadah haji tahun 2022. Bagaimana peran rompi carbon cool dalam menangani tanda terjadinya heat stroke?

teknologi carbon cool atasi heat stroke
Foto: Pexels.com

Apa itu heat stroke?

Heat stroke atau yang biasa dikenal dengan sengatan panas merupakan keadaan tubuh saat mengalami peningkatan suhu secara cepat dan signifikan hingga 41 derajat Celsius atau lebih. Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang mendapatkan paparan cuaca panas dari lingkungan sekitar di luar batas toleransi dalam tubuh.

Seseorang bisa mengalami heat stroke melalui rangkaian mekanisme yang terjadi dalam tubuh, yaitu tubuh gagal mempertahankan kestabilan suhu dan keringat yang berkurang. Gejala yang dirasakan oleh setap orang tentu ngga sama, seperti demam tinggi, sakit kepala, berkunang-kunang, bibir kering, kulit memerah, respon yang melambat, meningkatnya denyut nadi, perubahan kondisi mental (bingung), mual atau muntah, pernapasan cepat, dan pingsan.

Gangguan kesehatan yang meningkatkan risiko heat stroke yakni penyakit Alzheimer, Parkinson, diare, hipertiroidisme, hiperkalemia, anoreksia diabetes tak terkontrol, gastroenteritis, obesitas dan kurang tidur. Penggunaan obat tertentu (antipsikotik, antihistamin, dan lain-lain) juga berisiko meningatkan suhu tubuh. Heat stroke bisa menyebabkan perburukan kondisi seseorang yang sedang mengalami sakit hingga berdampak kematian jika ngga teratasi dengan baik.

teknologi carbon cool atasi heat stroke
Foto: Pexels.com

Cara kerja rompi carbon cool

Rompi carbon cool atau penurun suhu panas merupakan inovasi teknologi yang memanfaatkan perangkat pendingin guna memperlambat akumulasi panas. Penggunaan rompi ini telah berhasil menyelamatkan delapan jamaah haji asal Indonesia yang sedang mengalami heat stroke di Arafah.

Carbon cool terbuat dari karbon, bekerja dan bertahan dalam kurun waktu 8-12 jam. Penelitian mengenai rompi ini sudah diteliti di Indonesia dan dinilai lebih efektif daripada es atau ice gel pack yang biasa bertahan 1-2 jam. Pemakaiannya cukup diletakkan pada tubuh jamaah haji yang ditandai dengan tanda heat stroke.

Sahabat Sehat, terobosan nyata dan terbaru melalui teknologi carbon cool ini telah memberikan manfaat yang menguntungkan bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah haji, ya. Mungkin untuk kedepannya teknologi ini bisa dikembangkan untuk penggunaan yang lebih luas. Salam Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Tay et al. 2020. Safety and Efficacy of CarbonCool Half-Body Vest for HAZMAT Decontamination Crews Wearing Personal Protective Equipment: A Pilot Study. Prehosp Disaster Med. 35 (6). P 645-650

Kemenkes RI. 2022. Delapan Jemaah Alami Heat Stroke, Terselamatkan Dengan Rompi Carbon Cool. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220707/2440541/delapan-jemaah-alami-heat-stroke-terselamatkan-dengan-rompi-carbon-cool/. Diakses 3 Agustus 2022

Medcom. 2022. Inovasi Rompi Carbon Cool Dapat Atasi Heat Stroke Jemaah Haji. https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/Rb1GJe1K-inovasi-rompi-carbon-cool-dapat-atasi-heat-stroke-jemaah-haji. Diakses 3 Agustus 2022

Rosanti. 2022. Ketahui Gejala Heatstroke (Sengatan Panas) dan Cara Mengatasinya. https://hellosehat.com/sehat/gejala-umum/heatstroke/. Diakses 3 Agustus 2022

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.