Teman sehat, pernahkah kamu merasa kejang otot saat suhu sekitar terlalu panas? Kondisi ini sering disebut sebagai heatstroke. Kamu perlu tahu, jika heatstroke ngga ditangani dengan baik maka akan berbahaya bagi tubuh. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
Apa penyebabnya?
Heatstroke atau kejang panas adalah suatu kondisi cedera panas yang sangat parah ditandai dengan terjadinya kegagalan termoregulasi. Akibatnya, timbul lonjakan suhu tubuh hingga mencapai diatas 40oC, kemudian terjadilah disfungsi sistem saraf pusat dan kegagalan multi organ kalau ngga ditangani dengan segera.

Penyebab heatstroke bisa berasal dari faktor luar karena adanya hambatan saat tubuh akan mengeluarkan panas. Panas yang berlebihan seharusnya bisa dikeluarkan melalui keringat, namun saat udara mengandung air, mekanisme keringat terganggu dan panas agak sulit keluar.
Hasilnya, panas yang tertahan semakin lama semakin menumpuk sehingga terjadilah heatstroke. Faktor luar lain yang juga bisa memengaruhi terjadinya kondisi ini yaitu aktivitas fisik berat dan kondisi lingkungan sekitar.
Gejala dan faktor risiko
Heatstroke termasuk kondisi darurat jika terlambat atau ngga ditangani dengan baik. Pencegahan bisa dilakukan dengan mengetahui pemicu dan mengenali tanda dan gejala sejak awal. Berikut ini faktor risiko seseorang mengalami heat stroke:
- Memiliki riwayat hipertensi. Manusia secara alami memproduksi panas tubuh yang merupakan hasil metabolisme dan pergerakan otot. Panas tersebut akan disalurkan ke seluruh tubuh melalui peredaran darah (sistem kardiovaskular)
- Lansia yang mengonsumsi banyak obat-obatan. Lansia mudah mengalami kekurangan cairan tubuh, penurunan kompensasi kerja pada sistem kardiovaskular, dan berkurangnya berbagai macam protein sehingga mengakibatkan tubuh rentan terhadap kondisi ekstrim
- Obesitas
- Penderita penyakit hati, ginjal, dan gangguan deuretik
- Seseorang yang memiliki riwayat diabetes mellitus. Beberapa komplikasi penyakit diabetes mellitus seperti kerusakan sistem vaskular dan saraf akan mengakibatkan terganggunya kelenjar keringat sehingga tubuh ngga bisa menyesuaikan suhu tubuh dengan optimal
Seseorang yang mengalami heatstroke akan mengalami gejala seperti pusing, pucat, mual, muntah, rasa haus berlebihan, keringat dingin, jantung berdebar-debar, disertai dengan kejang otot. Jika kondisi ini berlangsung cukup lama maka akan menyebabkan kerusakan otak permanen, bahkan kematian.
Cara pencegahan
Teman sehat, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan dengan cara-cara berikut ini:

- Meningkatkan pengetahuan terkait heatstroke. Kamu bisa memperdalam gejala, faktor risiko, dan tindakan yang harus dilakukan saat mengalami heatstroke.
- Membawa botol air minum saat keluar rumah, terutama di siang hari
- Menggunakan sunscreen untuk melindungi kulit
- Menggunakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat. Kamu juga bisa menggunakan kaos kaki, payung, dan penutup kepala seperti topi saat keluar rumah
- Pilih waktu olahraga pagi atau sore hari agar terhindar dari panas terik matahari
Nah, itulah tips buat kamu untuk mencegah terjadinya heatstroke. Kamu bisa melakukannya agar terhindar dari risiko-risikonya. Jangan lupa bagikan informasi menarik ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

