Perbedaan Kompres Hangat dan Kompres Dingin

Sahabat Sehat, kamu pasti sudah ngga asing lagi dengan istilah kompres. Yap! Kompres adalah salah satu tindakan yang biasa digunakan untuk memulihkan beberapa gejala yang mengganggu kesehatan.

Kompres dibedakan menjadi dua, yaitu kompres hangat dan kompres dingin. Kedua kompres ini tentu memiliki manfaat yang berbeda. Tapi, masih banyak orang yang salah dalam memilih jenis kompres yang sesuai dengan keadaannya, padahal ini justru bisa memperburuk keadaan, loh. Oleh karena itu, penting untuk kamu memahami gimana penggunaan kompres hangat dan dingin yang sesuai. Berikut ulasannya.

mengetahui perbedaan kompres dingin dan kompres panas
Foto: Pixabay.com

Kompres Hangat

Kompres hangat dilakukan dengan menempelkan handuk atau kain yang telah direndam air hangat dengan suhu sekitar 40°C pada permukaan kulit area pembuluh darah besar selama kurang lebih 20 menit. Suhu hangat pada kompres merangsang sensor perubahan suhu pada kulit untuk mengirimkan sinyal ke otak. Akibatnya, panas tersebut bisa membuat otot menjadi lebih rileks dan otak juga akan menurunkan suhu tubuh menjadi normal. Kompres hangat bisa kamu gunakan pada beberapa kondisi di bawah ini:

Demam

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kompres hangat akan memberikan sinyal pada tubuh bahwa suhu tubuh meningkat. Dengan begitu, tubuh akan merespon dengan menurunkan suhu tubuh lebih cepat sebagai bentuk pertahanan sehingga demam bisa turun. Kamu bisa menempelkan kompres hangat pada lipatan-lipatan tubuh seperti lipatan siku, lutut, ketiak, selangkangan, atau pada leher belakang.

Kaku sendi dan otot

Kompres hangat yang menghasilkan suhu hangat bisa melebarkan pembuluh darah sehingga mengurangi penumpukan asam laktat lalu membuat otot kamu menjadi lebih rileks.

Cedera sesudah fase akut

Perlu diingat bahwa kompres hangat sebaiknya hanya digunakan pada cedera yang sudah melalui fase akut atau lebih dari 48 jam pasca cedera. Hal ini bukan tanpa alasan, karena jika digunakan pada fase akut, kompres hangat justru bisa memperburuk inflamasi dan meningkatkan nyeri.

Kram perut

Kompres hangat juga dapat merelaksasi dan menurunkan nyeri ketika kamu sedang mengalami kram perut. Misalnya saat kamu merasakan nyeri akibat menstruasi.

Kompres Dingin

Perbedaan kompres dingin dan kompres hangat
Foto; Pexels.com

Kompres dingin yang dilakukan bisa menimbulkan vasokonstriksi pada tubuh, yaitu kondisi saat pembuluh darah menyempit sehingga cara ini bisa dilakukan untuk menurunkan aliran darah pada area yang cedera. Di samping itu, kompres dingin bisa memperlambat laju peradangan, mengurangi bengkak, nyeri, dan perdarahan. Kompres dingin bisa kamu digunakan apabila mengalami cedera akibat olahraga, seperti terkilir, memar, terbentur, atau bengkak.

Perlu diingan pula, ketika melakukan kompres dingin, hindari menggunakan es yang langsung ditempelkan pada kulit. Kamu bisa menggunakan media handuk, kain, atau icepad. Selain itu, jangan lakukan kompres dingin pada luka bakar, luka terbuka, kram, demam, atau sebelum berolahraga. Sebagai upaya untuk mengindari terjadinya kerusakan jaringan kulit, lakukan gerakan sirkular (arah gerak membentuk lingkaran) selama kompres dingin.

Nah, Sahabat Sehat, pastinya sekarang kamu sudah paham apa perbedaan kompres hangat dan kompres dingin. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu dalam memilih jenis kompres yang tepat dengan kondisi yang kamu alami. Jangan lupa share informasi ini ke teman-teman kamu, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi
Hakiki, Q. S., & Kushartanti, B. W. (2018). PENGARUH KOMPRES ES DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENYEMBUHAN CEDERA ANKLE PASCA MANIPULASI TOPURAK PADA PEMAIN FUTSAL. MEDIKORA, 17(2), 136-144.

News FKP UNAIR. 2021. Kompres Hangat atau Kompres Dingin? Ketahui Kapan Penggunaannya.http://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/781-kompres-hangat-atau-kompres-dingin-ketahui-kapan-penggunaannya. Diakses pada 02 Oktober 2021

Rahmawati, I., & Purwanto, D. (2020). EFEKTIFITAS PERBEDAAN KOMPRES HANGAT DAN DINGIN TERHADAP PERUBAHAN SUHU TUBUH PADA ANAK DI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 8(2), 246-255.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.