Waspada Happy Hypoxia, Pembunuh Diam-Diam pada Pasien Covid-19!

Halo Teman Sehat! Bagaimana kabar kamu selama pandemi ini? Masih patuh pada protokol kesehatan kan ya? Seiring dengan perkembangan penelitian, berbagai informasi terbaru tentang Covid-19 semakin mudah kita dapatkan, termasuk perihal gejala-gejalanya. Nah, Teman Sehat juga perlu tahu agar mudah mengambil tindakan yang cepat dan tepat jika mengalami gejala-gejala tersebut.

Ngga hanya menimbulkan gejala seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas, pasien Covid-19 bahkan ada yang ngga bergejala. Parahnya lagi, bisa menimbulkan kematian mendadak akibat happy hypoxia loh! Simak penjelasan berikut untuk tahu lebih lanjut yuk!

Apa itu happy hypoxia?

Pada umumnya, hipoksia (hypoxia) terjadi saat tubuh (organ, jaringan, hingga sel) kekurangan oksigen yang memunculkan gejala seperti sesak napas, jantung berdegup kencang, lemas, sianosis (kebiruan pada kulit, bibir, kuku), hingga kehilangan kesadaran. Hipoksia ini merupakan keadaan lanjutan dari hipoksemia atau kekurangan oksigen dalam darah. Pada keadaan normal, kadar oksigen dalam tubuh seharusnya ≥95% ya, Teman Sehat.

Nah, berbeda dengan hipoksia biasa, happy hypoxia ini terjadi saat tubuh (organ, jaringan, hingga sel) kekurangan oksigen dan tidak memunculkan gejala, yang biasanya terjadi pada pasien Covid-19. Hal ini bisa berakibat kematian mendadak karena ngga adanya gejala sebagai warning ketika tubuh kekurangan oksigen. Duh, serem ya!

Kok bisa ya ngga bergejala?

Pada hipoksia biasa, saat tubuh (organ, jaringan, sel) kekurangan oksigen, sistem saraf pusat di otak kita otomatis akan memberikan sinyal yang akan direspons dengan memunculkan gelaja sebagai warning bagi tubuh. Sementara itu, beberapa ahli menyebutkan bahwa pada pasien Covid-19, saat tubuh (organ, jaringan, sel) kekurangan oksigen, virus SARS-Cov-2 akan menghalangi reseptor sehingga sistem saraf pusat ngga memberikan sinyal-sinyal tersebut dan gejala hipoksia ngga muncul (happy hypoxia). Inilah yang mengakibatkan pasien Covid-19 mengalami kematian mendadak atau datang ke rumah sakit dalam keadaan kritis dengan kadar oksigen yang sangat rendah.

Nah, sekarang Teman Sehat udah lebih tahu tentang Happy Hypoxia, ‘kan? Jangan bosan untuk tetap patuhi Protokol Kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini ya, serta tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk menjaga kesehatan. Jika memungkinkan, ngga ada salahnya untuk mendeteksi kadar oksigen secara rutin dengan menggunakan oksimeter di rumah atau di pusat pelayanan kesehatan terdekat. Yuk, share artikel ini untuk meningkatkan kewaspadaan orang-orang di sekitar kita!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *