Halo Teman Sehat! Apakah kamu pernah memerhatikan kemasan makanan yang kamu konsumsi? Pernah melihat ngga himbauan untuk waspada terhadap bahaya alergen pangan? Kira-kira, apa maksud himbauan tersebut? Alergen ternyata menjadi perhatian tersendiri baik dari sisi produsen maupun konsumen. Yap, alasannya adalah karena bahan pangan yang kita konsumsi dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan tubuh kita.

Mengenal alergen
Alergen merupakan bahan tertentu pada produk makanan yang bisa menyebabkan reaksi alergi. Menurut sebuah Jurnal Kesehatan, alergi merupakan perubahan reaksi pada tubuh akibat lingkungan hidup sehari-hari. Biasanya, reaksi tersebut diakibatkan oleh penolakan dari tubuh terhadap bahan tertentu yang sebenarnya ngga berbahaya.
Sumber alergi dapat bermacam-macam, salah satunya yaitu makanan. Alergi dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, umur, jenis makanan, dan faktor lingkungan. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Gejala alergi makanan yang bisa timbul antara lain munculnya rasa gatal hingga pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan, telinga, dan hidung. Reaksi-reaksi tersebut bervariasi tergantung kepada reaksi tubuh kamu dalam merespon makanan yang kamu konsumsi.
Di sisi lain, jumlah alergi makanan yang semakin meningkat menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pelaku industri pangan. Jadi, agar gangguan tersebut dapat dihindarkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki peraturan terkait pelabelan untuk bahan-bahan yang termasuk dalam alergen makanan. Penasaran, kan? Check it out!
Pelabelan bahan mengandung alergen
Teman Sehat, peraturan mengenai pelabelan pada bahan mengandung alergen bisa kamu lihat pada Peraturan BPOM RI Tahun 2011 tentang Label Pangan Olahan. Disebutkan bahwa bahan pangan yang berpotensi menyebabkan alergi wajib dilakukan pencantuman keterangan mengenai alergen dan bahan dicetak tebal. Kira-kira, apa aja bahan pangan yang dikategorikan sebagai alergen oleh BPOM?

- Bahan mengandung gluten seperti sereal, rye, barley, dan oats.
- Kerang-kerangan dan hasil olahannya.
- Telur dan hasil olahannya.
- Ikan dan hasil olahannya.
- Kacang tanah, kedelai, dan hasil olahannya.
- Susu dan hasil olahannya (termasuk laktosa).
- Tree nuts dan hasil olah kacang.
- Sulfit (>10 ppm).
Yap, apabila kamu menemukan label dengan informasi “mengandung alergen”, artinya bahan pangan tersebut mengandung satu atau beberapa bahan alergen di atas. Jika kamu mempunyai alergi tertentu terhadap bahan pangan, simak tips berikut yuk!
Tips mengatasi alergi makanan

- Hindari bahan pangan yang berpotensi menimbulkan alergi. Cara ini merupakan cara paling efektif dalam menghindari reaksi alergi yang mungkin terjadi.
- Mengetahui informasi terkait bahan mengandung alergen. Konsumen yang menderita alergi makanan harus mengetahui sumber alergen sehingga bisa menentukan jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi dan ngga akan menimbulkan reaksi alergi.
- Mengetahui batas dosis bahan alergen yang dapat dikonsumsi. Ternyata, bahan pangan bisa menimbulkan alergi apabila dikonsumsi pada dosis tertentu. Oleh karena itu, kamu harus tahu batasan dosis yang dapat kamu konsumsi ya! Kamu juga dapat mencari bahan alternatif lainnya.
Nah, Teman Sehat udah paham kan ya maksud alergen pada kemasan makanan? Setelah mengetaui informasi di atas, tetap waspada terhadap bahan-bahan yang bisa menyebabkan alergi dan kenali apa-apa aja yang bisa memicu alergi pada diri kamu.
Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz


Aku barusan nyemil biskuit yg mengandung alergen, langsung kepo cari tau apa itu alergen. Tulisan kakak sangat membantu^^ thx kak
Sama hha …
sama saya juga begitu sangat membantu dan bermanfaat hal hal seperti ini teman trimakasih.
bagaimana menangani alergi agar cepat menghilang? apakah akan di posting ?
a href=”https://www.upnjatim.ac.id”>terima kasih atas artikel nya saya jadi faham tentang makanan apa saja yang mengandung alergen
Trimaksih informasinya, sangat membantu saya yg kurang begitu tau apa itu alergen dalam kemasan produk