Teman Sehat, pasti pernah merasa sangat sibuk saat bekerja. Ditambah lagi, tumpukan tugas memaksamu untuk makan di meja kantor. Tapi di sisi lain, ngga sedikit ditemukan aktivitas menggunakan gawai di meja makan saat makan. Yap, sekarang semua serba terbalik, tapi ngga ada salahnya untuk mengembalikan segala sesutu dengan fungsinya. Yuk, simak caranya di sini!
Kembalikan tradisi di meja makan
Keluarga sebagai kelompok terkecil di masyarakat, dipercaya bisa menyelesaikan berbagai masalah melalui komunikasi interpersonal yang baik. Tapi, kehadiran teknologi informasi mengubah cara berkomunikasi menjadi digital dan terkadang membuat komunikasi yang terjalin ngga lancar dan seimbang.

Momen kebersamaan antar anggota keluarga pun, tergantikan karena teknologi menciptakan seseorang menjadi lebih individualis. Maka, momen makan bersama keluarga menjadi hal yang mulai tergerus keberadaannya. Sibuk dengan gawai sendiri, sampai membuat makanan yang diolah orang tua ngga menarik, menjadi alasannya. Jangan lelah panggil anak ke meja makan ya!
Orang tua, ayo beri teladan!
Di meja makan, tentu ada aturan yang ingin dibiasakan orang tua untuk memberi pelajaran mengenai adab dan sopan santun. Ayah bisa memberi contoh menghormati makanan dengan makan secukupnya. Ibu bisa membagi tugas kepada anaknya dari persiapan makanan sampai mencuci piring.

Orang tua juga bisa melatih komunikasi dan kepercayaan diri anaknya dengan mendengarkan secara antusias berbagai topik yang dibahas. Mulai dari berita update tentang band koreanya, sampai guru killer yang ngga disenangi. Kadang bila terjadi pertengkaran di meja makan, orang tua bisa menjadi penengah yang bijak. Ayo bun, gunakan momen ini lebih dekat dengan anak!
Cara mengontrol kesehatan keluarga
Berkumpul bersama di meja makan, membuat orang tua lebih mudah mengatur pola makanan anggota keluarganya. Keinginan memakan lebih banyak, bisa jadi hilang setelah melihat anggota lain yang makan perlahan. Hal ini terbukti menurunkan risiko obesitas dan pola makan buruk bagi anak.

Orang tua yang mengerti gizi tentu ingin memberi asupan terbaik pada sang buah hati. Maka ketika melihat anaknya suka terhadap buah atau sayuran tertentu, orang tua bisa lebih sering menyajikan makanan tersebut. Nah, ngga heran bila ritual makan bersama keluarga lebih dari 5 kali seminggu berhubungan dengan berkurangnya keinginan konsumsi junk food. So, kapan terakhir kali kamu berterima kasih pada makanan yang disediakan orang terkasih?
Kemudahan memilih makanan sesuka hati, ditambah waktu yang dirasa makin sedikit, membuat makan bersama menjadi hal yang terlupakan. Makan malam bisa menjadi media pelepas penat setelah seharian beraktivitas. So, jadikanlah momen ini untuk menjalin komunikasi lebih dalam. Yuk, Teman Sehat mulai dari keluargamu!
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP
