Televisi menyajikan banyak tontonan edukasi, baik untuk dewasa, remaja, anak, maupun balita. Akibatnya, sebagian besar orang tua berpikir bahwa menonton televisi dapat membantu anaknya berkembang lebih baik. Padahal, belum ada penelitian yang membuktikannya lebih lanjut. Jadi, apakah baik mengajak si kecil menonton TV? Yuk, simak penjelasannya di sini!
Kemampuan bahasa si kecil
Beberapa penelitian telah membuktikan, bahwa menonton TV pada usia yang terlalu dini bisa mengganggu perkembangan bahasa dan sosial si kecil. Yap, saat si kecil berusia di bawah 12 bulan dan mulai menonton TV lebih dari 2 jam sehari, berisiko 6 kali mengalami keterlambatan kemampuan bahasa.
Studi lain menunjukkan, bahwa anak dengan usia 7-16 bulan yang menonton DVD, lebih sedikit mengetahui kata-kata dibandingkan dengan yang ngga menonton tv. Hal ini disebabkan si kecil akan belajar bahasa lebih, jika mendengarkan langsung dari orang tua maupun pengasuhnya.
Saat menonton TV, lebih sedikit kata-kata yang diucapkan. Selain itu, interaksi yang dilakukan hanya sedikit. Studi yang dilakukan oleh Seattle Children’s Hospital disebutkan bahwa, dalam 1 jam penayangan TV, akan mengurangi sekitar 770 kata yang didengar oleh si kecil. Orang dewasa, biasanya mengatakan 941 kata setiap jamnya. Artinya, TV benar-benar mengurangi jumlah kata yang seharusnya didengarkan.
Edukasi visual vs langsung
Perlu diketahui, si kecil yang berusia di bawah 2 tahun, akan belajar lebih baik secara langsung dibandingkan melalui TV. Adegan di dalam televisi yang terputus-putus, gambar yang kurang jelas, dan suara yang terpotong akan mengganggu proses pembelajaran si kecil.
Ditambah lagi, cahaya yang dikeluarkan, juga sangat merangsang penglihatan. Si kecil akan otomatis mendekat ke TV yang berisiko pada kesehatan mata. Sebaliknya, ketika belajar langsung dari orang tua maupun pengasuh, mereka akan lebih mudah menangkap kata-kata yang didengar.

Selain itu, si kecil juga belajar menanggapi ucapan yang didengarnya. Jika terus dilakukan, perkembangan si kecil menjadi lebih baik dan hubungan dengan orang tua juga lebih dekat. So, habiskan waktumu lebih banyak dengan si kecil daripada menghabiskan waktu di depan TV.
Batasi waktu menontonnya
Tentu si kecil boleh saja menikmati acara TV, dengan aturan dan batasan yang telah ditentukan. Yap, American Academy of Pediatric mengatakan bahwa anak di bawah 2 tahun, sangat ngga dianjurkan menonton TV.

Pada usia ini, perkembangannya sangat penting, sehingga perlu dirangsang secara aktif dengan berbagai aktivitas bermain dan edukasi lainnya. Bisa dengan mendengarkan musik, bernyanyi, membaca buku dongeng, atau mengajaknya berbicara. Sementara itu, bagi anak berusia 2 tahun ke atas boleh menonton TV dengan batasan waktu 2 jam setiap harinya. Sebaiknya si kecil menonton program yang mengandung unsur edukasi.
Nah, Teman Sehat, apakah kamu termasuk orang tua yang mengajak si kecil menonton TV? Mulai sekarang, kurangi waktu menontonnya dan ajaklah melakukian kegiatan lain yang menyenangkan. So, jangan lupa bagikan artikel ini, jika bermanfaat, ya!
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

