Yuk, Pelajari 5 Kunci Sukses Menyusui Si Kecil!

Selamat Pekan ASI Sedunia, Teman Sehat! Bertajuk Support Breastfeeding for Healthier Planet. Teman Sehat pasti tahu kan, menyusui bukan hanya zat gizi bagi si kecil, tapi juga kesehatan ibu, keluarga dan lingkungan sekitar. Nah, ternyata untuk menuju sukses menyusui, ada 5 kunci penting yang perlu kamu ketahui. Simak ulasan berikut, yuk!

1. Knowledge is power! 

Perjalanan menyusui adalah salah satu kunci memenuhi kebutuhan zat gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Nah, hal ini harus didukung dengan pengetahuan yang cukup. Kamu bisa menambah ilmu dari buku, kelas menyusui atau konsultasi dengan konselor laktasi.

Pengetahuan yang cukup, akan membuat ibu merasa aman dan percaya diri. Pastikan juga support system di keluarga untuk kenyamanan bersama. Kmau juga bisa berdiskusi dengan pasangan, keluarga atau yang nantinya membantu merawat si kecil.

2. Lakukan kontak dengan si kecil

Saat bayi dilahirkan, ia akan mempunyai reflek mencari puting susu ibu dan mulai menyusu. Proses ini disebut inisiasi menyusui dini (IMD) yang akan membantunya memulai perjalanan menyusu.

Kegiatan ini juga bermanfaat untuk kesehatan jantung, daya tahan tubuh dan pemulihan fisik ibu. Selain itu, sesering mungkin lakukan kontak kulit dengan bayi agar ia terasa hangat dan nyaman terutama pada masa awal kehidupannya, saat transisi dari rahim ibu ke dunia.

3. Hindari penggunaan dot dan pacifier

Proses menyusu pada bayi ngga cuma hasil dari kerja mulut dan lidah, tapi juga melibatkan otot rahang. Penggunaan dot dan empeng atau pacifier membuat bayi merasa nyaman sebab susu akan tetap mengalir tanpa harus menggunakan rahang.

Hal ini bisa menyebabkan si kecil berisiko bingung puting dan mengurangi durasi menyusu langsung. Risiko lainnya yaitu over feeding atau konsumsi berlebih karena aliran dot yang ngga sama seperti kerja hisapan bayi alami.

4. Cup feeder penolong bagi ibu bekerja

Nah, bagaimana jika kamu harus bekerja? Solusinya adalah media pemberian ASI melalui cup feeder atau gelas khusus bayi. Pastikan proses pemberiannya tepat cara dan terjaga sterilitas peralatan pompa dan media pemberiannya. Diskusikanlah dan buat kesepakatan dengan yang membantu merawat si kecil, ya!

4. Cegah pemberian minuman atau makanan tambahan

Seringkali ibu menyusui merasa ngga percaya diri dengan produksi ASI-nya dan akhirnya memberikan suplementasi selain ASI tanpa pengawasan dokter. Nah, jangan lupa, kamu perlu mempelajari apa saja tanda kecukupan ASI. Cirinya seperti bayi yang menangis karena ngga nyaman, popok terlalu penuh, mengantuk, atau belum disendawakan.

Pemberian minuman atau makanan tambahan tanpa indikasi medis bisa beresiko menurunkan produksi ASI, loh! Hal ini disebabkan bayi kenyang dan kurangnya hisapan bayi saat menyusui langsung, akhirnya memberikan sinyal kepada hormon untuk menurunkan produksi ASI.

Bagaimana, Teman Sehat? Ternyata, proses menyusui juga butuh persiapan yang matang untuk menunjang tumbuh kembang yang optimal, loh! Namun, jangan takut dan tetap percaya diri, sebab anak yang sehat akan tumbuh dari ibu yang kuat. Selamat Pekan ASI Sedunia! Jangan lupa share dan komen jika tulisan ini bermanfaat, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *