Halo, Teman Sehat! Kamu tau ngga, pekan ini ada perayaan apa? Yap, pekan ini, dimulai dari tanggal 1 – 7 Agustus diperingati sebagai pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week. FYI, Pekan ASI sedunia, sudah mulai dirayakan beberapa tahun yang lalu, loh! Kira-kira apa ya, latar belakang perayaan pekan ASI sedunia ini? Terus, apa ya tema yang diangkat pada pekan ASI sedunia tahun ini? Yuk, simak penjelasannya di sini!
History

Berawal dari Deklarasi Innocenti tahun 1990 di Florence, Italia, yang menyatakan bahwa pentingnya melindungi, mempromosikan dan mendukung program menyusui dan pemberian ASI kepada anak. Deklarasi ini didukung dan ditandatangani oleh pemerintah (pembuat kebijakan), WHO, UNICEF dan organisasi yang mendukung program menyusui dan pemberian ASI. WHO merekomendasikan pemberian ASI satu jam setelahbayi lahir, lalu pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan (sejak bayi lahir), setelah 6 bulan diberikan makanan pendamping ASI dan melanjutkan pemberian ASI hingga umur 2 tahun atau lebih.
Tema Pekan ASI tahun ini
Tema pekan ASI tahun ini adalah “Breastfeeding: Foundation for life” atau “Menyusui merupakan landasan bagi kehidupan”. Tema ini dipilih untuk memberitahukan pentingnya pemberian ASI untuk masa depan bayi. Pemberian ASI ekslusif kepada bayi selama 6 bulan, akan membantu pertumbuhan bayi, mencegah kekurangan zat gizi, mendukung perkembangan otak dan mengurangi resiko kelebihan berat badan si kecil.
Pemberian ASI pada bayi yang baru lahir dan menempatkannya di dada ibu, juga menurunkan resiko kematian pada bayi yang baru lahir. Selain itu, dalam keadaan darurat, ketika di daerah tempat tinggal kamu kurang tersedia air bersih dan layanan kesehatan, dengan memberikan ASI buat si kecil, maka kebutuhan zat gizi si kecil akan tetap terjamin untuk melindungi mereka dari penyakit.
Fokus Pekan ASI tahun ini
- Mencegah kekurangan zat gizi
Menyusui dengan memberikan ASI secara optimal, akan membantu mencegah kekurangan zat gizi dari segala aspek. Menurut penelitian yang dilakukan Sankar, menyusui dapat mengurangi resiko kelebihan berat badan dan obesitas sebesar 10% jika dibandingkan dengan pemberian susu formula. - Menjamin keamanan pangan, walaupun dalam keadaan krisis
Menyusui adalah pilihan yang tebaik untuk menjamin kemanan pangan ketika dalam keadaan krisis. Masalah kekeringan, kekurangan air bersih, bencana alam, dan kesulitan beberapa masyarakat dalam memnapatkan makanan, dengan memberikan ASI kepada anak-anak maka, resiko kekurangan zat gizi bisa teratasi. - Memutuskan lingkaran kemiskinan
Memberikan ASI kepada anak, maka kamu akan berinvestasi kesehatan kepada si kecil agar nantinya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan memberikan penghasilan yang lebih tinggi. Kurangnya durasi selama menyusui, akan mengurangi 2,6 nilai IQ pada anak, yang berarti juga akan mengurangi tingkat kecerdasannya.
Aksi yang dilakukan dalam peringatan Pekan ASI

Ada empat hal yang bisa kamu lakukan untuk mendudung, melindungi dan mempromosikan program menyusui yaitu:
- Inform (Memberi informasi), memberikan informasi kepada orang terdekat tentang hubungan antara zat gizi yang baik, keamanan pangan, mengurangi kemiskinan dengan tetap memberikan ASI ekslusif kepada anak
- Anchor (Mengaitkan), mengaitkan pentingnya memberikan ASI ekslusif sebagai pondasi (dasar) kehidupan awal anak.
- Enggage (Mengajak), mengajak orang-orang dan organisai yang mendukung program pemberian ASI ekslusif untuk mendukung, melindungi, dan mempromosikan agar dampaknya lebih luas.
- Galvanise (Mendorong), mendorong orang-orang agar menyadari bahwa menyusui dan memberikan ASI merupakan bagian dari gizi yang baik, menjamin keamanan pangan dan mengurangi kemiskinan.
Nah, ternyata ASI itu baik banget loh buat si kecil. Mulai dari lahirnya mereka sampai umur dua tahun. Ngga cuma memberikan zat gizi yang baik buat tubuh, tapi ASI juga bisa menjamin keamanan pangan dan mengurangi kemiskinan. Yuk, dukung pemberian ASI selama dua tahun oleh Ibu, agar generasi selanjutnya sehat dan cerdas!


