Moms, Perhatikan 3 Hal Berikut Sebelum Memberikan Keju untuk si Kecil!

Halo, Teman Sehat! Tahukah kamu bahwa fase MPASI merupakan fase penting dalam tahap perkembangan si kecil? Di periode ini, bayi mengalami proses belajar makan sebagai peralihan dari ASI ke makanan padat. Nah, fase ini pun disebut sebagai masa kritis yang penting untuk tumbuh kembang anak di periode emas.

Salah satu yang suka bikin bingung adalah memvariasikan makanan dengan produk turunan susu, seperti keju. Sebenarnya, boleh ngga sih si kecil makan keju? Keju yang bagaimana dan jenis apa ya? Yuk, simak ulasan berikut!

Manfaat keju bagi anak

Teman Sehat, tentunya kamu udah tahu pentingnya kandungan protein dan kalsium pada susu untuk bayi. Tapi, ternyata American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk tidak memberikan susu sapi untuk bayi yang berusia kurang dari setahun. Nah, keju bisa menjadi alternatifnya loh! Kandungan protein, kalsium, tinggi kalori, vitamin B, dan zat gizi lainnya pada keju dan produk turunan susu dianjurkan untuk dikonsumsi harian sebagai variasi pemberian makanan untuk anak. Rasanya yang lezat pas banget buat topping atau campuran makanan. Setuju?

Perhatikan 3 hal berikut terkait keju untuk MPASI

Eits, Teman Sehat harus pahami dulu! Ternyata, ngga semua keju boleh dikonsumsi si kecil, apalagi jika masih berusia kurang dari setahun. Apa aja yang harus kita cek terlebih dahulu?

1. Pastikan keju merupakan hasil pasteurisasi

Berhubung keju merupakan produk susu, tentunya proses pengolahannya pun harus terpasteurisasi dengan suhu tinggi agar terbebas dari kuman dan bakteri yang merugikan. Teman Sehat tentu ingat bahwa organ pencernaan dan kekebalan tubuh bayi masih berkembang dalam memproses makanan, jadi pastikan keju yang akan dikonsumsi sudah melalui tahap pasteurisasi ya!

2. Kenali jenis keju dan perhatikan kadar garamnya

Banyak banget jenis keju yang beredar di pasaran dan ngga semua cocok buat anak. Pada beberapa jenis keju olahan atau processed cheese, ternyata terdapat 2x lipat penambahan garam pada proses pembuatannya. Adapun rekomendasi gizi dari NHS Inggris menyatakan bahwa batasan kadar garam yang diperbolehkan adalah <1 g atau 0.4 g natrium per hari untuk bayi di bawah setahun dan 2 g atau 0.8 g sodium per hari untuk usia 1-3 tahun. So, pilih yang kadar garamnya ngga berlebih ya!

3. Hati-hati bagi anak dengan riwayat alergi

Pada prinsipnya, bayi sudah boleh mengonsumsi keju sejak usia 6 bulan asal ngga ada riwayat alergi produk susu dan turunannya, baik alergi sebelumnya atau riwayat alergi dari kedua orangtua. Terkait hal ini, Teman Sehat bisa berkonsultasi dengan dokter ya!

Nah, ternyata banyak banget inspirasi variasi menu untuk si secil ya. Berbagai macam jenis keju seperti mild cheese, cheddar ataupun keju swiss bisa ditambahkan sebagai campuran atau topping untuk menu utama ataupun camilan. Selain bisa menambah selera makan, keju juga bisa memenuhi kebutuhan kalsium harian. Yuk, berkreasi  menu dengan keju!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.