Yuk, Stimulasi Perkembangan Si Kecil dengan Murah Meriah!

Halo, Teman Sehat! Pastinya kamu pernah mendengar mengenai stimulasi tumbuh kembang anak, kan? Yap, melakukan stimulasi pada tumbuh-kembang si kecil, bertujuan agar stimulasinya lebih terasah sejak dini (mulai dari umur 0-2 tahun). Kegiatan ini bisa dilakukan oleh  ibu, ayah, pengasuh, atau anggota keluarga lain. Nah, kegiatan ini diberikan sesuai dengan kelompok umurnya. Penasaran gimana caranya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

1. Umur 0-3 bulan

Tahukah kamu, pada umur ini si kecil akan mengalami perkembangan seperti mengangkat kepala setinggi 45°, bereaksi dengan banyak mengajak berbicara (mengoceh)  dan mengenal ibu dengan indera penglihatan, penciuman, pendengaran, dan kontak tubuh. Pada umur ini, kamu bisa menstimulaisnya dengan cara:

  • Meletakkannya pada posisi telungkup dan gerakkan mainan berwarna cerah di depannya agar si kecil belajar untuk mengangkat kepalanya
  • Mengajak si kecil berbicara sesering mungkin

2. Umur 3-6 bulan

Pada tahapan ini, si kecil akan melakukan gerakan berbalik dari telungkup ke telentang, mengangkat kepala setinggi 90°, dan mengeluarkan suara gembira bernada tinggi. Pada umur ini, kamu bisa menstimulaisnya dengan cara:

  • Melatih bayi agar otot-otot lehernya kuat
  • Mengajak bayi bermain “Ciluk-ba”

3. Umur 6-9 bulan

Tahukah kamu? Pada umur ini, si kecil akan belajar duduk, berdiri, merangkak meraih mainan, bersuara tanpa arti seperti mamama, bababa, dadada. Kamu bisa melatih stimulasinya dengan melakukan ini:

  • Meletakkan mainan di luar jangkauan bayi agar mau merangkak ke arah mainan tersebut
  • Mengajari bayi cara memasukkan mainan ke dalam suatu wadah

4. Umur 9-12 bulan

Di umur 9-12 bulan, si kecil akan mulai melakukan tahapan mengangkat badannya ke posisi berdiri, belajar berdiri selama 30 detik, dan mengulang menirukan bunyi yang didengar. Latihlah stimulasinya dengan melakukan hal ini:

  • Mengajaknya menirukan kata-kata yang telah diketahui dan berikanlah pujian
  • Melatihnya agar bisa berjalan beberapa langkah tanpa berpegangan

5. Umur 12-15 bulan

Menginjak umur 12-15 bulan, si kecil akan cenderung  melakukan tahapan berdiri sendiri tanpa berpegangan, berjalan mundur 5 langkah, dan menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis. Nah, bila si kecil sudah mulai aktif seperti ini, kamu bisa menstimulasinya dengan:

  • Memberikan mainan yang bisa ditarik ketika berjalan, bila si kecil sudah jalan tanpa berpegangan,
  • Mengajarinya cara memegang sendok agar bisa makan sendiri

6. Umur 15-18 bulan

Pada rentang umur ini, si kecil akan melalui tahapan berdiri sendiri tanpa berpegangan, membungkuk memungut mainan lalu berdiri kembali, dan mulai memasukkan kubus di kotak. Pada tahap ini kamu bisa menstimulasinya dengan cara:

  • Mengajari si kecil menyebut berbagai nama barang yang ada di rumah maupun melalui buku
  • Mengajarinya membereskan mainan atau membantu kegiatan di rumah

7. Umur 18-24 bulan

Si kecil yang mulai memasuki umur 18-24 bulan, akan mulai melakukan tahapan berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik, berjalan tanpa terhuyung-huyung, bertepuk tangan, dan mulai belajar makan-minum sendiri. Kmau bisa merangsang stimulusnya dengan:

  • Melatih keseimbangan tubuh si kecil dengan bermain yang melatih keseimbangannya
  • Mengajarinya untuk mengenal berbagai ukuran dan bentuk dengan barang-barang yang ada di rumah maupun melalui buku

Nah, sekarang Teman Sehat ngga perlu cemas dalam menstimulasi tumbuh kembang si kecil, beberapa contoh di atas bisa diterapkan sesuai dengan kelompok umur. Semoga bermanfaat, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *