Halo, Teman Sehat! Tahukah kamu ternyata osteoartritis dan osteoporosis merupakan 2 jenis penyakit yang berbeda? Yap, osteoartritis merupakan jenis radang sendi yang menyebabkan kerusakan tulang rawan, sedangkan osteoporosis merupakan kondisi pengeroposan tulang. Faktor risiko dan gejala pada penderita osteoartritis dan osteoporosis juga berbeda. Bagaimana perbedaannya? Yuk, simak penjelasan berikut!
Pengertian
Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang menyerang bagian pinggul, lutut, leher, punggung bawah atau tangan. Osteoartritis menyebabkan tulang rawan pada sendi menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya sehingga rentan terhadap kerusakan. Aktivitas berlebihan dan berulang-ulang mengakibatkan benturan tulang yang akan menipiskan dan mengikis tulang rawan sehingga ujung tulang saling bergesekan.

Osteoporosis merupakan kondisi yang menyebabkan tulang menipis dan melemah secara bertahap sehingga rentan terhadap patah tulang. Penderita oestoporosis kehilangan jaringan tulang yang menyebabkan tulang kurang padat dan mudah patah. Hal itu mengganggu kemampuan berjalan dan bisa menyebabkan kecacatan yang berkepanjangan.
Faktor risiko
Baik osteoartritis maupun osteoporosis memiliki faktor risiko yang berbeda-beda, berikut ini merupakan faktor risiko osteoartritis:
- Ddanya kelainan sendi dan tulang belakang
- Obesitas
- Cedera
- Menggunakan sendi secara berlebihan
- Usia tua
- Keturunan
- Stres pada sendi yang digunakan berulang dan terus-menerus
Osteoporosis juga memiliki faktor risiko, diantaranya:
- Riwayat keluarga
- Menopause dini
- Penggunaan obat-obatan tertentu dalam waktu yang lama (obat golongan steroid) yang mengganggu proses pembentukan tulang
- Asupan kalsium rendah
- Kurangnya aktivitas fisik
- Kebiasaan merokok
- Asupan alkohol berlebihan
Gejala
Gejala osteoartritis berkembang secara bertahap, yaitu nyeri sendi saat bergerak, nyeri setelah sering digunakan atau tidak aktif dalam waktu yang lama, kekakuan, pembesaran tulang di bagian tengah dan ujung sendi jari serta pembengkakan sendi.
Pada tahap awal pengeroposan tulang masih ngga terdapat gejala, tetapi ketika tulang mulai melemah maka gejala yang ditunjukkan meliputi nyeri punggung, postur membungkuk, tulang jauh lebih rentan patah dari yang diperkirakan.
Penderita
Osteoartitis berkaitan dengan masalah penuaan, karena kelenturan persendian akan mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia. Tetapi, kasus osteoartritis saat ini mulai banyak menyerang usia muda. Sebuah kasus menyebutkan, pria berusia 40 tahun yang tergolong muda lebih banyak terkena osteoartritis dibandingkan dengan wanita di usia yang sama.
Penelitian yang berasal dari International Osteoporosis Foundation (IOF) menunjukkan bahwa pada usia 50-80 tahun, 1 dari 4 perempuan di Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis. Wanita lebih rentan mengalami osteoporosis karena tulang wanita cenderung lebih ringan dan kurang padat akibat perubahan hormonal saat menopause. Kondisi menopause menyebabkan hilangnya massa tulang secara cepat.
Pencegahan dan pengobatan
Pengobatan osteoartritis meliputi olahraga, penurunan berat badan jika diperlukan, terapi fisik dengan latihan penguatan otot, pengangkatan cairan sendi, kompres panas dan dingin pada sendi yang nyeri, suntikan obat serta penggunaan kruk atau tongkat. Jenis pengobatan tergantung pada beberapa faktor, seperti riwayat kesehatan dan tingkat keparahan kondisi penyakit. Perlu diketahui bahwa olahraga penderita osteoartritis harus dipilih jenisnya sesuai dengan saran dokter.
Pencegahan osteoporosis meliputi pola makan kaya kalsium dan vitamin D, paparan sinar matahari, gaya hidup yang sehat, dan aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki. Penderita osteoporosis perlu berhati-hati untuk menghindari aktivitas yang berhubungan dengan memutar tulang belakang, membungkuk ke depan, atau mengangkat beban berat.
Nah, berdasarkan informasi di atas, tentunya Teman Sehat jadi lebih paham mengenai perbedaan antara osteoartritis dan osteoporosis. Jangan lupa berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui pengobatan yang sesuai dengan kondisi, ya. Semoga bermanfaat! Jangan lupa bagikan informasi menarik ini!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

