Hiperhidrosis, Kondisi yang Sering Bikin Kamu ngga Percaya Diri

Halo Teman Sehat! Sering ngga sih kamu bertanya kenapa tubuh kita kadang menghasilkan keringat berlebihan meskipun sedang tidak di kondisi panas atau tidak kelelahan? Dari mana keringat tersebut berasal? Apa yang mengakibatkan keringat keluar secara berlebihan? Yuk, simak ulasan berikut untuk mengetahui apa penyebabnya!

Pada kondisi normal, tubuh biasanya mengeluarkan keringat saat melakukan kegiatan yang melelahkan dan menguras tenaga atau saat udara di sekitar lebih panas. Lalu, gimana jika keringat yang dihasilkan cenderung berlebihan dan muncul tanpa adanya pemicunya?

Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah suatu kondisi saat keringat yang dihasilkan berlebihan tanpa melakukan kegiatan yang melelahkan dan menguras tenaga. Hiperhidrosis disebabkan kerja kelenjar ekrin yang sangat aktif. Kelenjar ekrin adalah kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan keringat yang bersifat encer dan ngga menimbulkan bau. Saluran kelenjar ini terhubung langsung ke permukaan kulit dan paling banyak ditemukan di telapak tangan, telapak kaki, dan dahi.

Biasanya, orang yang mengalami hiperhidrosis akan mengeluarkan keringat melalui baju yang digunakan atau pada telapak tangan. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang kurang percaya diri dan merasa cemas. Apakah kamu mengalami hal ini?

Jenis-Jenis Hiperhidrosis 

Hiperhidrosis yang biasanya dialami oleh seseorang terbagi menjadi dua jenis yakni hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder. 

  • Hiperhidrosis primer merupakan suatu kondisi yang bukan disebabkan oleh kondisi medis. Jenis hiperhidrosis ini biasanya mulai terjadi saat seseorang anak-anak, terjadi di beberapa bagian tubuh seperti telapak tangan, telapak kaki, bagian ketiak, dan wajah. Seseorang dengan hiperhidrosis ini biasanya mengalami setidaknya sekali dalam seminggu. 
  • Hiperhidrosis sekunder merupakan suatu kondisi yang disebabkan karena kondisi medis atau efek samping penggunaan suatu obat-obatan. Penyebabnya seperti infeksi, gangguan neurologis atau karena konsumsi makanan pedas. Seseorang dengan hiperhidrosis ini terkadang menghasilkan keringat ketika sedang dalam keadaan tidur.

Cara mengetahui apakah seseorang mengalami Hiperhidrosis 

Bagaimana cara mengetahui apakah seseorang mengalami kondisi hiperhidrosis? Dokter kulit biasanya akan melakukan pengujian dengan memberikan seseorang latihan fisik. Dari latihan tersebut, akan dilihat pada bagian mana tubuh menghasilkan keringat yang berlebihan. Selain itu, untuk lebih lanjutnya dokter kulit akan melakukan uji keringat. Hal ini dapat dilakukan dengan menaburkan kulit seseorang dengan bedak dan akan dilihat apakah warna bedak tersebut akan berubah menjadi ungu ketika kulit basah. 

Cara mengatasi Hiperhidrosis 

Apabila produksi keringat yang berlebihan mengganggu aktivitas, maka ada tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

  • Menggunakan antiperspirant, untuk menekan produksi keringat yang berlebihan. Antiperspirant diaplikasikan di bawah ketiak, tangan, kaki atau garis rambut.
  • Terapi Iontophoresis, yang dilakukan dengan mencelupkan tangan atau kaki ke dalam panci yang dangkal. Terapi ini menggunakan aliran arus listrik bertegangan rendah pada area tubuh yang berkeringat. Pada sebagian orang, terapi ini memerlukan waktu sekitar 20-40 menit 
  • Injeksi botulinum toxin, dengan menginjeksikan obat ke bagian bawah ketiak untuk menurunkan produksi keringat yang berlebihan. Injeksi ini akan bekerja dengan memblokir zat kimia dalam tubuh yang memproduksi keringat.
  • Tindakan operasi endoscopic thoracic sympathectomy (ETS), dengan memutuskan saraf yang menghasilkan keringat.

 Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.