Vitamin C yang Sensitif

Teman Sehat, selama pandemi ini kamu perlu menjaga kekebalan tubuh agar terhindar dari virus Covid-19. Biasanya menjaga kekebalan tubuh bisa dilakukan dengan mengonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C. Nah, dalam mengonsumsi vitamin ini, kamu perlu memperhatikan beberapa hal, mengapa demikian? Yuk kita simak penjelasannya di sini!

Yuk, kenalan!

Vitamin C merupakan zat gizi mikro yang larut dalam air. Asupan zat gizi ini, harus ada pada diet dalam jumlah tertentu untuk mempertahankan metabolisme tubuh yang normal. Vitamin ini, dalam istilah kimia dikenal dengan nama asam askorbat

Manfaat yang diberikan

Vitamin C berfungsi sebagai katalis (membantu mempercepat) reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh manusia. Nah, jika katalis ini ngga tersedia ketika kamu defisiensi (kekurangan) vitamin, maka fungsi normal tubuh akan terganggu.

Selain sebagai katalis, vitamin ini juga berperan sebagai zat antioksidan yang memiliki peran pada sintesis (pembentukan) kolagen dan penyembuhan luka. Selain itu vitamin ini juga berperan dalam memelihara daya tahan tubuh, mengurangi risiko anemia, dan menurunkan risiko berbagai penyakit.

Sifatnya yang perlu kamu tahu

  • Mudah larut dalam air

Vitamin ini memiliki sifat mudah larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol dengan berat molekul rendah. Vitamin ini juga ngga mudah larut dalam zat kimia kloroform, eter dan benzen

  • Stabil pada kondisi kering

Sifatnya yang mudah larut dalam air, membuat vitamin ini cenderung stabil pada kondisi kering. Sehingga saat kering vitamin ini, bisa bekerja secara optimal di dalam tubuh.

  • Mudah rusak ketika larut (oksidasi)

Vitamin C termasuk kedalam antioksidan alami, ketika terpapar zat yang bisa menimbulkan oksidasi maka akan mengalami kerusakan. Contohnya paparan sinar matahari langsung pada vitamin ini.

  • Tidak stabil dalam larutan alkali (basa)

Hal ini dikarenakan vitamin C bisa berubah (dioksidasi) menjadi asam L-dehidroaskorbat terutama jika terpapar cahaya, pemanasan dan suasana basa. 

  • Stabil dalam larutan asam

Dalam air, vitamin ini bersifat asam dan ngga mudah berubah (teroksidasi) sehingga stabil dalam larutan asam.

Apakah mungkin ada kehilangan selama pengolahan?

Sifat-sifat yang sudah dijelaskan, bisa rusak selama pengolahan. Yuk, simak apa saja penyebabnya!

  1. Perendaman dan pencucian, jika bahan pangan diolah dengan cara perendaman dan pencucian maka kandungan vitaminnya akan berkurang bahkan hilang. Hal ini disebabkan karena vitamin C memiliki sifat yang mudah larut dalam air, sehingga bisa terbawa oleh air rendaman atau cuciannya.
  2. Panas, vitamin ini termasuk zat antioksidan yang mudah menguap (volatil) ke udara jika dilakukan pemanasan.
  3. Oksidasi, vitamin C juga bisa teroksidasi dan mengalami kerusakan, sehingga memengaruhi manfaatnya
  4. Lama pengolahan bahan pangan yang kaya akan vitamin ini, perlu diperhatikan karena cukup sensitif dan kandungannya akan berkurang karena larut dalam air maupun teroksidasi dan menguap
  5. Penggunaan panci besi/tembaga bisa memengaruhi kandungannya, karena akan mengalami reaksi dengan vitamin C

Nah, itu dia beberapa informasi mengenai vitamin C yang perlu kamu tahu. Ingat ya, ngga cuma manfaatnya yang baik bagi tubuh, tapi pengolahan dan penyimpanannya perlu kamu perhatikan. Yap, agar vitamin yang masuk ke tubuhmu berfungsi secara optimal!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.