Teman Sehat, sudahkah kamu mengetahui sejarah pembuatan dadih, yoghurt tradisional asli Indonesia? Ternyata, produk ini ngga kalah menarik loh, dari yogurt yang banyak ditemukan dipasaran. Yuk, lihat beberapa fakta mengenai dadih berikut ini!
Yoghurt dari Minangkabau

Dadih yang juga dikenal dengan dadiah merupakan yoghurt tradisional yang berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat dan biasanya diproduksi di pelosok kampung sekitar kawasan Ngarai Sianok. Bukan hanya itu, produk ini juga cukup terkenal di Jambi dan Riau, loh!
Namun saat ini, dadih sudah mulai jarang ditemukan, karena ketersediaan bahan baku yang terbatas akibat berkurangnya populasi kerbau. Ironisnya banyak dari generasi millennial yang hampir ngga mengenal dadih. Padahal potensinya sebagai pangan fungsional sumber probiotik cukup tinggi, karena mengandung bakteri asam laktat.
Hasil fermentasi susu kerbau
Dadih dihasilkan melalui proses fermentasi alami pada susu kerbau dan biasanya, susu yang digunakan berasal dari kerbau betina tipe pekerja. Proses pembuatannya cukup sederhana, susu kerbau dituangkan ke dalam ruas batang bambu, kemudian ditutup dengan daun pisang dan diikat dengan kulit batang pisang.
Empat jenis bambu yang digunakan dalam proses fermentasi antara lain bambu gombong, betung, betung kuning, dan buluh. Bambu tersebut dipilih karena memiliki rasa pahit sehingga ngga disukai oleh semut.
Cita rasa khas dadih
Tahukah teman sehat, proses fermentasinya dilakukan pada suhu ruang (25-30°C) selama 24-48 jam, tanpa ada tambahan starter sehingga menghasilkan rasa, aroma, dan tekstur yang bervariasi. Biasanya produk yang dihasilkan akan berwarna putih seperti tahu dengan cita rasa khas asam, aroma spesifik perpaduan antara bambu dan susu, serta tekstur yang kompak, padat, dan lembut.
Biasanya produk ini dikonsumsi sebagai lauk pauk saat mengonsumsi nasi yang ditambahkan dengan sambalado, bawang, dan sirih. Selain itu dadih juga bisa dikonsumsi dengan cara dicampur bersama emping beras yang disiram dengan gula aren. Ngga hanya itu, produk ini juga sering disajikan sebagai pelengkap upacara adat dan obat tradisional.
Kandungan gizinya,

Ternyata, kandungan lemak dan proteinnya cukup tinggi, loh! Setidaknya terdapat 10 asam amino esensial, yaitu treonin, valin, metionin, isoleusin, leusin, fenilalanin, triptofan, histidin, lisin, dan arginin. Proses fermentasi pada dadih menyebabkan protein terpecah menjadi molekul sederhana sehingga bisa lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Selain itu, vitamin A, B, K, dan kalsium juga terbentuk selama proses fermentasi.
Bakteri asam laktat yang terdapat pada hasil olahan susu kerbau ini, berpotensi sebagai probiotik, yaitu mikroba hidup yang akan menempel pada dinding usus sehingga memberikan keuntungan bagi kesehatan bila dikonsumsi. Metabolit yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat bisa menghambat bakteri patogen, menurunkan kolesterol, bersifat anti-mutagenik, anti-karsinogenik, mencegah sembelit, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang dadih. Selain punya cita rasa khas, manfaatnya yang beragam juga membuat produk ini menjadi salah satu makanan tradisional yang wajib dicoba. Jadi, apakah kamu tertarik untuk mencobanya?
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP
