Sukses Berikan ASI Ekslusif Walau Bekerja? Bisa Kok!

Mempunyai anak dan bisa memberikan air susu ibu (ASI) secara ekslusif merupakan impian dan kebanggan bagi sebagian besar perempuan di dunia. Namun, kenyataanya kondisi itu terkadang sulit untuk dilakukan terutama bagi perempuan yang bekerja.

Pekerjaan seringkali menjadi alasan seorang ibu ngga bisa memberikan ASI secara ekslusif untuk sang anak. Padahal seperti yang Teman Sehat tahu, ASI merupakan makanan utama bagi seorang anak yang berusia dibawah 6 bulan. Lalu bagaimana solusinya?

Manfaat pemberian ASI

Manfaat memberikan ASI ekslusif untuk bayi dan ibu
Foto Pexels.com

Setidaknya terdapat 3 manfaat dari pemberian ASI, yaitu:

  1. Manfaat ASI untuk bayi

ASI merupakan makanan, sekaligus sumber nutrisi satu-satunya untuk bayi hingga berusia 6 bulan. Komposisi yang seimbang dalam ASI telah sesuai dengan kebutuhan gizi bayi sehingga mampu menunjang proses pertumbuhan menjadi lebih optimal. Bayi yang diberikan ASI secara ekslusif juga memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik sehingga ngga rentan terkena penyakit. Pemberian ASI eksklusif mampu meningkatkan perkembangan otak, serta bisa meningkatkan jalinan kasih sayang yang menjadi dasar perkembangan emosi dan membentuk kepribadian bayi.

  1. Manfaat ASI untuk ibu

Ternyata memberikan ASI mampu meningaktan kadar oksitosin yang membantu proses penutupan pembuluh darah, dengan begitu pendarahan pasca persalinan bisa lebih cepat berhenti, loh! Menyusui bayi juga bisa, mempercepat pengecilan rahim, mengurangi kemungkinan menderita kanker payudara, ngga membuthkan uang tambahan sehingga lebih ekonomis, hemat waktu, praktis, dan memberikan kepuasan, kebanggaan serta kebahagiaan yang mendalam bagi ibu.

  1. Manfaat ASI untuk negara

Pemberian ASI eksklusif tenyata juga bisa menghemat pengeluaran untuk pembelian susu formula, perlengkapan menyusui serta biaya untuk menyiapkan susu. Penghematan biaya sakit mulai dari obat-obatan, tenaga medis hingga sarana kesehatan terutama akibat diare. Selain itu, juga diyakini bisa menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas.

Hak menyusui bagi ibu pekerja

hak ibu yang bekerja untuk menyusui dan memberikan ASI ekslusif
Foto: Unsplash.com

Menyusui merupakan hak setiap ibu, sekaligus hak bagi seorang anak. Pasal 28B Ayat (2) UUD 1945, menyebutkan “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang”.

Selain itu, konvensi ILO No. 183 tahun 2000 Tentang Perlindungan Maternitas, juga mengatur mengenai cuti melahirkan, yaitu selama 3,5 bulan dan mewajibkan penyediaan sarana pendukung bagi ibu menyusui di tempat kerja.

Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa ASI eksklusif itu diberikan hingga anak berusia 6 bulan. Sayangnya, ibu pekerja hanya mendapatkan hak untuk cuti selama 3 bulan saja, yaitu 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Kemungkinann besar hal tersebut membuat pemberian ASI ekslusif yang seharusnya dilakukan selama 6 bulan menjadi kurang optimal karena ibu disibukkan dengan rutinitas pekerjaan.

Hal yang perlu dipersiapkan ibu pekerja supaya sukses memberikan ASI eksklusif

Hal yang perlu dipersiapkan ibu pekerja supaya sukses memberikan ASI eksklusif
Foto: Pexels.com

Untuk mencegah terhentinya pemberian ASI khususnya pada saat ibu mulai bekerja, berikut hal yang dapat dilakukan oleh ibu pekerja:

  1. Bicarakan kondisi ibu kepada atasan

Ketika seorang perempuan telah berubah statusnya menjadi seorang ibu maka akan ada hak serta kewajiban yang akan ia terima dan hal tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi perilaku ketika bekerja. Oleh karena itu, lebih baik bicara terlebih dahulu kepada atasan dan rekan kerja. Seperti halnya meminta pemahaman pada mereka serta berdiskusi terkait meminta waktu luang untuk menyusui atau meminta adanya fasilitas khusus bagi ibu menyusui di kantor.

  1. Persiapkan diri untuk memerah ASI

Bagi seorang ibu pekerja maka pemahaman mengenai memerah ASI sangat diperlukan, baik dengan tangan, pompa ASI manual, maupun pompa elektrik. Selain itu, ibu juga perlu memahami kondisi ASI yang dihasilkan, apakah ASI tersebut aman dan boleh dikonsumsi oleh si kecil. Jangan lupa untuk mencari tahu bagaimana menyimpan ASI dengan baik, ya.

  1. Konsumsi makanan yang bergizi

Bagi seorang ibu yang menyusui tentunya diperlukan banyak zat gizi guna mendukung produksi ASI dan pertumbuhan anak. Oleh karena itu, jangan lupa untuk tetap konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, ya!

Nah, gimana Teman Sehat? Sudah pada tahu kan manfaat dari ASI dan tips supaya bisa memberikan ASI ekslusif walau bekerja. Yuk, persiapkan diri untuk memberikan ASI ekslusif demi optimalkan tumbuh kembang si kecil.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang pemberian Air Susu Ibu Ekslusif
https://pergizi.org/images/stories/downloads/PP/pp%2033%202012%20ttg%20pemberian%20asi%20ekslusif.pdf
Diakses pada 11 Maret 2021

Herning Hambarrukmi dan Triana Sofiani. 2016. Kebijakan Pemberian Asi Eksklusif Bagi Pekerja Perempuan Di Indonesia
https://media.neliti.com/media/publications/153286-ID-kebijakan-pemberian-asi-eksklusif-bagi-p.pdf

Menjadi Ibu Menyusui yang Baik Walau Tetap Bekerja
https://www.cigna.co.id/health-wellness/menjadi-ibu-menyusui-yang-baik
Diakses pada 11 Maret 2021

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.