Tips Menyimpan ASI bagi Perempuan Karier

Teman Sehat, ngga terasa ya sudah weekend lagi? Sudah punya jadwal buat weekend dengan keluarga? Oh iya, bagi kamu para pejuang ASI, khusunya ibu yang bekerja, pasti momen ini adalah yang paling ditunggu, karena kamu ngga perlu lagi untuk ‘menampung’ ASI selama bekerja.

Kalau kamu ibu pejuang ASIP (ASI Perah) yang baru, pasti akan bingung bagaimana caranya agar ASI yang ada ngga ‘bocor’ sebelum diperah dan cara menyimpan ASIP yang baik selama bekerja. Mau tau gimana caranya, yuk simak!

Cara memerah ASI yang baik

Sebagai ibu muda, pasti kamu merasa bingung cara memerah ASI yang baik dan benar. Yap, ternyata ada dua cara untuk memerah ASI, yaitu menggunakan tangan dan menggunakan pompa. Pompa yang digunakan juga ada jenisnya loh, yaitu pompa manual dan elektrik. Cocok atau ngga cocoknya pemakaian alat ini, tergantung dari ibu yang menggunakannya.

Nah Teman Sehat, berikut ini adalah 5 langkah cara memerah ASI menggunakan tangan, yaitu:

  1. Cuci tangan hingga bersih.
  2. Tempatkan botol atau wadah yang telah disterilkan di bagian bawah payudara untuk menampung ASI yang keluar.
  3. Pijat payudara secara perlahan-lahan.
  4. Posisikan jari-jari membentuk huruf C di sekitar areola atau bagian gelap di sekitar puting. Tekan secara perlahan-lahan.
  5. Lepaskan tekanan, kemudian ulangi kembali.

Jika aliran ASI sudah mulai berhenti, pijat bagian lain hingga seluruh permukaan payudara telah terpijat. Kemudian lakukan hal yang sama dengan payudara yang lain. Kamu bisa melakukannya berulan kali, hingga ASI benar-benar berhenti mengalir dan payudara sudah ngga terasa penuh.

Cara menyimpan ASI

Setelah ASI selesai diperah, kemudian simpanlah ASIP di dalam botol kaca yang sudah distrelikan. Botol yang digunakan harus bebas dari Bisphenol-A (BPA), yaitu zat kimia yang ada di dalam botol dan meningkatkan risiko kanker.

Setiap botol yang sudah terisi ASIP diberikan label yang berisikan nama, jam, dan tanggal pemerahan, agar bisa memantau ketahanan ASIP. Selain itu, gunakan cooler bag (tas pendingin) dalam perjalanan membawa ASIP, agar kualitasnya terjaga.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat jangka waktu ketahanan ASIP berdasarkan lokasi penyimpanan

Jenis ASI

Ruangan Terbuka (25C )Kulkas (4C)

Freezer (-18C)

ASI segar

 4 jam4 hari6 – 12 bulan
ASI beku yang sudah dicarikan1-2 jam1 hari

Jangan bekukan kembali

ASI yang tidak habis diminum

Dapat digunakan hingga 2 jam kemudian

Inilah cara memberikan ASIP untuk si kecil,

Sebelum memberikan ASIP untuk si kecil, kamu perlu menghangatkan botol yang disimpan pada lemari pendingin di dalam mangkok berisi air hangat. Hindari memasukkannya kembali ke dalam lemari es setelah dihangatkan. Selain itu, jangan gunakan microwave atau merebus botol ASIP, karena bisa merusak kandungan zat gizi di dalamnya.

Teman Sehat, ASI merupakan sumber pangan utama bagi bayi hingga usia 6 bulan. Pemberian makanan utaman ini, adalah sebagai hadiah untuk si kecil di awal kehidupan untuk mempersiapkan masa depan yang cemerlang. So, jangan lupa dukung ibu-ibu yang sedang berjuang memberikan ASI untuk anak-anaknya, ya! Jangan lupa share pengalaman kalian juga di sini!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *