Teman Sehat, pencemaran lingkungan menjadi isu yang sering dibicarakan sejak dulu. Bahkan, sampai sekarang masih banyak kesakitan dan korban meninggal akibat masalah tersebut. Pemerintah dunia, nasional, maupun lokal terus berupaya untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan sehingga kesehatan masyarakat menjadi lebih baik. Yuk, simak kondisi selengkapnya di sini!
Polusi air, udara, dan tanah
Pada tahun 2012, sekitar 12 juta manusia meninggal karena tinggal atau bekerja di sekitar lingkungan yang ngga sehat. Kematian terbanyak terjadi di negara-negara berpendapatan rendah, seperti Asia Tenggara, Pasifik Barat, dan Afrika. Penyebabnya beragam, mulai dari polusi air, udara, tanah, serta paparan zat kimia. Selain itu, World Health Organization (WHO) juga mmenyebutkan bahwa kematian juga berkaitan dengan perubahan iklim, radiasi sinar UV, serta kondisi seseorang sebagai perokok pasif.

Menurut studi dari Harvard University, penderita Covid-19 yang berada di daerah polusi udara tinggi terbukti lebih berisiko meninggal karena infeksi dibandingkan penderita yang tinggal di wilayah dengan udara bersih. Pasalnya, paparan polusi udara menyebabkan penurunan imun sehingga virus berpeluang lebih besar masuk ke dalam tubuh (penetrasi dan replikasi).
Penyakit-penyakit yang muncul
Lingkungan yang ngga sehat berkontribusi pada lebih dari 100 jenis penyakit dan cedera. Berbagai jenis polusi mengakibatkan munculnya penyakit, seperti penyakit pernapasan, penyakit jantung, dan beberapa tipe kanker. Menurut WHO, anak-anak dan lansia memiliki risiko paling tinggi terpapar penyakit yang disebabkan lingkungan ngga sehat.
Anak-anak rentan terkena infeksi pernapasan bagian bawah dan diare akibat pencemaran lingkungan. Sedangkan lansia rentan menderita stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit pernapasan kronis. Peneliti memperkirakan sebanyak 1,7 juta kematian anak balita dan 4,9 juta kematian lansia bisa dicegah lewat pemelihatan lingkungan yang lebih baik.
Tingkat polusi di Indonesia
Teman Sehat, berdasarkan hasil Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT), 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air minum yang telah terkontaminasi bakteri E-coli. Kamu harus tahu, akses air minum aman merupakan hak asasi setiap manusia yang harus dipenuhi. Kalau ngga, maka bisa berdampak terhadap kesehatan, salah satu yang paling disoroti yaitu stunting.

Di sisi lain, Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat polusi paling tinggi di urutan 18 dari 220 menurut Air Quality Life Index (AQLI). Kawasan utara Riau dan Sumatera Selatan termasuk yang paling parah. Begitu pula dengan polusi tanah terutama di kota-kota dengan tingkat pengelolaan sampah yang kurang baik. Sampai sekarang pemilahan sampah menjadi sampah organik dan anorganik masih terus digalakkan.
Permasalahan pencemaran lingkungan bisa diatasi dengan cara mengubah kebiasaan-kebiasaan kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon, atau menggunakan kendaraan umum. Mari perbaiki lingkungan hidup! Jangan lupa ikut bagikan informasi ini!


Banyak masalah lingkungan yang besar tapi sering diabaikan